Foto: Fokus Taiwan
Indosuara — Sarita (32), PMI asal Indramayu, Jawa Barat menyabet 15 penghargaan bergengsi di Taiwan, bahkan ada yang sekaliber kompetisi internasional. Dalam wawancara eksklusif dengan CNA pada hari Minggu (23/6), PMI yang bekerja di sebuah pabrik di Taoyuan ini menuturkan pengalamannya pertama kali berkecimpung sebagai binaragawan.
Dilansir oleh Fokus Taiwan, saat itu ia datang ke kontes binaraga di daerah Changhua pada tahun 2023. Dengan berbekal bantuan dari seorang rekannya sesama WNI yang pernah mengikuti kompetisi tersebut, akhirnya Sarita berkesempatan untuk mendaftarkan diri.

Foto: Fokus Taiwan
Ia pertama kali mengikuti kompetisi di Tainan pada bulan Agustus 2023 dan tak tanggung-tanggung langsung mendapat peringkat ketiga. Masih penasaran, ia mengikuti kompetisi kedua di Hsinchu. Ia pun juga berhasil mengantongi 2 penghargaan. Kemudian disusul pertandingan lain di Taipei dan Taoyuan, dan Sarita pun juga mendapat 2 penghargaan dari masing-masing kompetisi tersebut.
Pada bulan Maret 2024, ia kembali mengikuti perlombaan di Taipei. Kali ini ajang tersebut tak hanya terbuka untuk tingkat lokal saja, melainkan ajang internasional. Ia pun menyabet 4 penghargaan sekaligus. Kompetisi terakhir yang ia ikuti adalah di Chiayi, dan ia mendapatkan posisi kedua.
"Jika di total selama 1 tahun dari bulan Agustus 2023, hingga bulan April 2024, ada 15 penghargaan yang saya dapatkan,” ujar Sarita yang telah bekerja di Taiwan selama hampir 8 tahun ini.
Ia juga menekankan bahwa sebagai seorang perantau, ia tidak mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri, tetapi ia bisa mengatur waktunya dengan baik.

Foto: Fokus Taiwan
Dalam wawancara dengan CNA, Sarita menjawab jika dirinya disiplin menerapkan 2 macam pola makan khusus agar memiliki tubuh sepertinya, yaitu pola makan untuk menambah berat badan dan juga diet.
Ketika ditanya apakah ia pernah mengalami kendala tidak diizinkan oleh majikannya untuk mengikuti kompetisi, Sarita pun mengatakan tidak sama sekali. Majikannya justru memberikan dukungan penuh untuknya karena kebetulan anak dari majikannya juga olahragawan.
“Mereka (majikan dan teman-teman warga Taiwan) mengetahui kondisi PMA di Taiwan banyak yang melakukan tindakan negatif seperti membuat onar. Justru mereka menganjurkan saya untuk mengajak PMI yang lain, baik untuk mengikuti kompetisi atau sekedar meramaikan acara, agar mengisi waktu dengan kegiatan yang positif,” tambah Sarita.

Foto: Fokus Taiwan
Meskipun penghargaan yang ia dapatkan masih belasan, Sarita menuturkan harapannya agar pemerintah juga menghargai PMI berprestasi sehingga mereka bisa lebih semangat lagi dalam membawa nama Indonesia.
Di akhir wawancara, Sarita berpesan kepada rekan-rekan PMI agar dapat mengikuti kegiatan positif sesuai bakatnya. “Jika kita tidak dapat mengharumkan nama bangsa, minimal kita dapat menjaga nama bangsa,” ungkapnya mengakhiri wawancara.





