Foto: Taiwan News
Indosuara -- Sebuah program percontohan dimulai Senin (17 April) kemarin. Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan meminta lebih dari 1.300 tempat bisnis di Taiwan menjaga suhu AC diatur pada 23 derajat Celcius selama jam makan.
Dikutip dari Taiwan News, sebelumnya Taiwan telah mensyaratkan 20 jenis tempat bisnis untuk mempertahankan aturan 26 derajat dalam upaya menghemat energi kecuali selama jam makan untuk restoran (termasuk di hotel) dan food court department store. Persyaratan baru akan memperketat pembatasan suhu di tempat makan ini pada 23 derajat, dengan plus minus satu derajat diperbolehkan.
Aturan tersebut tidak wajib, tetapi atas dasar sukarela, menurut Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA). Sebanyak 1.300 gerai yang dioperasikan di bawah 32 merek berpartisipasi dalam program ini, dari McDonald's hingga Regent Taipei.
Program ini berjalan hingga akhir tahun 2024 dan MOEA berharap lebih banyak lagi perusahaan yang bergabung dalam gerakan “2623”. Pihak berwenang mengutip penelitian ilmiah untuk memberlakukan pembatasan suhu, yang katanya juga akan membantu bisnis memangkas tagihan listrik mereka.
Saat ini, operator yang melanggar peraturan 26 derajat akan didenda hingga NT$100.000. Hotel, department store, supermarket, convenience store, bank, kantor pos, pusat transportasi umum, dan lainnya tunduk pada aturan tersebut.
Beberapa netizen menyuarakan ketidakpuasan atas aturan tersebut, dengan mengatakan pemerintah tidak boleh mengganggu cara bisnis beroperasi. Yang lain khawatir restoran hot pot dan barbekyu akan paling terpukul oleh tindakan tersebut.





