Indosuara -- Ratusan orang Indonesia menghadiri acara lebaran di Aula Taipei Main Station pada Minggu (23/4/2023). Acara juga menghadirkan tidak hanya sejumlah tokoh Indonesia di Taiwan, tetapi juga para pejabat Taiwan.
Pantauan Indosuara, acara dimulai sekitar pukul 14.00. Dipandu oleh penyiar RTI-SI Maidin Hindrawan dan Amina Tjandra, acara kemudian dibuka oleh doa bersama yang dipimpin oleh Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama Taiwan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tampil sebagai dirigen, Kartika Dewi dari IDN Diaspora.
Sejumlah hiburan juga ditampilkan seperti tari saman, seni hadroh, hingga fashion show. Beberapa tokoh yang hadir dan memberikan sambutan di antaranya, Chairperson RTI Cherry Lai; ibu kepala Kantor Dagang Ekonomi Indonesia Taipei, Mella Mutia Iqbal; Sekjen Asosiasi Layanan Peduli Orang Asing, Lili Widjaja; Wakil Menteri Kebudayaan Taiwan, Wang Sue; hingga kepala Yuan Yudikatif, Kiku Chen.
Dalam sambutannya, Mella Mutia Iqbal menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi RTI yang menyelenggarakan acara ini. Mella yang juga menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan KDEI Taipei menyatakan acara ini tidak hanya menampilkan tarian serta pentas budaya Indonesia namun juga kompetisi fashion show dan acara interaktif dengan mitra penyelenggara diantaranya Asosiasi Layanan Peduli Orang Asing.
Dalam kesempatan ini, Mella juga memberikan pesan kepada seluruh orang Indonesia di Taiwan. Di antaranya kesadaran untuk memastikan diri masuk di daftar Pemilu 2024. “Karena partisipasi kita semua akan menentukan nasib bangsa kita 5 tahun ke depan. Di sebalan kiri ada meja Panita Pemilihan Luar Negeri Taipei (PPLN TAIPEI) yang bisa dihubungi apabila ada yang mau ditanyakan atau mendaftarkan diri,” ucap Mella.
Ia juga mengimbau kepada seluruh WNI di Taiwan terutama kaum perempuan yang mendominasi kurang lebih 70 %, untuk terus menjaga kerukunan yang terjalin dengan baik di Taiwan. Sebagai tamu, kita diharapkan untuk mempertahankan sikap sopan dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kerusuhan (khususnya perkelahian).
“Diharapkan untuk memperhatikan dengan baik keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Sehingga harapannya WNI serta termasuk para PMI dapat nyaman untuk tinggal dan bekerja di Taiwan dan meminimalkan kasus kecelakaan kerja atau kecelakaan lalu lintas,” ucap Mella.
Sementara itu, Kiku Chen menyatakan, sebagai kepala Yuan Yudikatif dan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, ia sangat berterima kasih mendapat undangan dari Chairwoman RTI Cheryl Lai karena dapat kumpul dan merasakan kegembiraan dan berkah acara Lebaran. “Terlebih dahulu saya ucapkan kepada semua teman-teman Indonesia Selamat hari raya idul fitri, selamat hari lebaran,” ucap dia.
Tentang Hari Kartini, ia juga menyebut bahwa Kartini menjadi simbol semangat kesetaraan gender di Indonesia. “Saya pikir, para perempuan Indonesia yang mengarungi samudra datang ke Taiwan, berkontribusi untuk Taiwan, bersama kami bekerja keras, kerja keras Anda, kegigihan dan keberanian Anda, bagi saya, kalian semuanya adalah Kartini, juga berterima kasih kepada semua pekerja migran yang telah berkorban dan berkontribusi untuk tanah ini,” ucap dia.
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, melalui kegiatan ini, ia yakin pasti masyarakat Taiwan akan semakin mengenal kehidupan dan budaya pekerja migran. “Melalui kesempatan ini dapat memperdalam, memahami dan mempromosikan kemakmuran suku etnis, saling menghargai, memperkaya budaya Taiwan dan menjadikan pandangan HAM semakin diterapkan dan semakin go internasional. Terima kasih,” ucap Chen.





