Foto: RTI
Indosuara — Kereta Api Taiwan (Taiwan Railway Administration/TRA) terancam tidak beroperasi selama liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan perayaan Hari Nasional ROC atau Double Ten. Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, ini menyusul petisi yang dilayangkan oleh Serikat Masinis Kereta Api Nasional atas ketidak puasan mereka dengan pencapaian konsensus tahap korporatisasi TRA yang ditandatangani 7 September lalu.
Di samping itu, pihak TRA dianggap masih kurang fokus terhadap isu keselamatan, serta pengurangan perlindungan hak para karyawan.
Dalam dua hari, lebih dari seribu orang, atau sekitar 80% masinis telah menandatangani petisi untuk tidak lembur.
Di lain pihak, penjualan tiket kereta untuk perayaan Hari Nasional ROC telah dibuka semenjak pertengahan pekan kemarin. Dalam waktu 9 jam, TRA berhasil menjual 214.425 tiket. Selain itu, untuk penjualan tiket liburan Festival Pertengahan Musim Gugur, dalam kurun 9 jam, TRA berhasil menjual 242.056 tiket.
Dapat terlihat, jika penjualan tiket kereta api selama liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan perayaan Hari Nasional ROC laku keras.
Namun, setelah mengetahui bahwa serikat pekerja berencana untuk "tidak lembur" selama masa liburan di atas, membuat beberapa masyarakat khawatir terhadap kemungkinan tidak ada kereta yang nantinya akan beroperasi. Mereka berharap masalah ini dapat segera diselesaikan





