Foto: SETN
Indosuara β Brigade Polisi Jalan Raya Kedua dari Biro Polisi Jalan Raya Nasional hari ini (16) mengumumkan bahwa seorang pria berusia 19 tahun bermarga Xie (θ¬) menggunakan fitur kecepatan tetap pada sistem bantuan saat mengemudi, tetapi tidak mengurangi kecepatan sesuai ketentuan ketika melintasi rest area.
Hal ini menyebabkan bagian depan kiri mobilnya terlebih dahulu menyenggol pembatas beton di rest area, kemudian kehilangan kendali dan menabrak tujuh mobil yang diparkir di dalam rest area tersebut, menyebabkan total delapan mobil terlibat dalam kecelakaan dan dua orang terluka, hingga harus dibawa ke rumah sakit. Polisi kemudian menangani insiden ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dilansir oleh SETN, Kepala Tim Yangmei (ζ₯ζ’ ει), Lu Jianwen (η§ε»Ίζ), menyatakan bahwa pada pukul 3:20 sore, terjadi kecelakaan lalu lintas di kilometer 71.3 Jalan Tol Nasional 1 (ει1θ) arah selatan di wilayah Yangmei (ζ₯ζ’ ).
Lu Jianwen menyatakan bahwa kecelakaan tersebut juga menyebabkan dua orang terluka, yaitu seorang pria bermarga Li (ζ) berusia 37 tahun yang mengemudi dan seorang penumpang wanita bermarga Lin (ζ) berusia 39 tahun, keduanya mengalami luka lecet dan memar, dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Sementara itu, pria bermarga Xie mengalami luka lecet ringan tetapi menolak untuk dirawat. Hasil tes alkohol Xie menunjukkan nol, dan kejadian ini selanjutnya ditangani oleh Tim Yangmei sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Polisi mengimbau agar pengemudi memperhatikan kondisi jalan di depan saat mengemudi di jalan tol, tidak mengemudi dalam keadaan lelah, dan memperhatikan keselamatan berkendara.
Selain itu, meskipun sistem bantuan mengemudi dapat meningkatkan peringatan blind spot dan mengurangi tekanan kelelahan saat berkendara, pengemudi yang terlalu bergantung pada sistem ini justru dapat mengabaikan bahaya yang seharusnya diperhatikan. Pengemudi diingatkan untuk selalu memegang setir dengan baik dan memperhatikan kondisi di depan kendaraan serta berhati-hati saat berkendara.





