Foto: Focus Taiwan
Indosuara -- Polisi menangkap tiga remaja pada hari Sabtu atas kasus penembakan di etalase toko New Taipei pada 10 April lalu. Menurut Hsieh Lung-fu (謝龍富), kepala kantor polisi Tucheng, tersangka penembak dalam penembakan 10 April, seorang anak berusia 15 tahun yang diidentifikasi dengan nama belakangnya Chu (朱), mengaku menembakkan tiga peluru pistol udara ke etalase toko gadai yang terletak di Jalan Sichuan di Distrik Tucheng.
Dikutip dari Focus Taiwan, Chu mengklaim dia telah melakukan serangan untuk mengintimidasi salah satu karyawan pegadaian, yang telah menggoda pacar seorang teman Chu, kata Hsieh. Dua tersangka lain adalah teman Chu yakni anak bermarga Huang (黃) berusia 15 tahun dan Chung (鍾) berusia 16 tahun. Mereka juga ditangkap sehubungan dengan penembakan 10 April, yang dilakukan sekitar pukul 4 pagi.
Polisi melakukan penangkapan setelah sebuah video yang beredar mengenai aksi tiga bocah ini pada 10 April mulai beredar secara online menyusul serangan hari Kamis di pegadaian. Aksi penembakan lain yang dilakukan oleh seorang tersangka berusia 17 tahun, bermarga Liu (劉).
Untuk kasus Liu, polisi juga telah mendapat titik terang. Liu yang berusia 17 tahun yang malam itu sedang naik taksi, diduga berhenti di tengah perjalanan sekitar pukul 08:52 pada hari Kamis dan menembakkan lebih dari 60 peluru ke etalase pegadaian. Ia kemudian segera menyerah setelah melakukan penembakan, dengan naik taksi yang sama ke kantor polisi terdekat.
Departemen Kepolisian New Taipei City Liao Hsun-cheng (廖訓誠) mengatakan pihak berwenang belum menentukan apakah kedua serangan itu terkait. Tidak ada yang terluka dalam salah satu penembakan itu, menurut polisi. Liao menambahkan bahwa polisi sedang menyelidiki sumber senjata Liu dan sumber video yang diduga milik Chu.
Karena penyelidikan yang sedang berlangsung, komisaris mengatakan tidak ada rincian lebih lanjut yang akan diungkapkan kepada publik.
Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) mengatakan dia telah meminta Badan Kepolisian Nasional untuk bekerja sama dengan lembaga penegak hukum setempat untuk secara aktif menangani senjata api ilegal dan aktivitas geng di negara tersebut. Merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi keselamatan warga, kata Chen, tanpa menjelaskan lebih lanjut.





