Foto: Taiwan News
Indosuara - Polisi menahan seorang siswa sekolah menengah karena membuat ancaman di Instagram untuk melakukan pembantaian di Sekolah Menengah Heping Kota Taipei, kata laporan Sabtu (14 Oktober).
Mengutip Taiwan News, ancaman tersebut pertama kali muncul di grup Instagram hpsh_hate pada 10 Oktober. Penulis mengatakan kepada siswa di sekolah Taipei untuk tidak masuk kelas pada Senin depan (16 Oktober) karena akan terjadi pembantaian pada siang hari di dekat gerbang sekolah tersebut.
Satgas khusus polisi pada Jumat (13/10) menetapkan seorang mahasiswa tingkat akhir sebagai tersangka. Dia ingin membalas dendam terhadap sekolah karena telah menerapkan disiplin, lapor Liberty Times.
Dikutip dari Taiwan News, Meski postingan tersebut segera dihapus dari media sosial, ancamannya cukup jelas, kata polisi. Investigasi segera menemukan bahwa seorang siswa di sekolah tersebut baru-baru ini dihukum berat karena sebuah insiden, yang menyebabkan siswa berusia 18 tahun tersebut terdaftar sebagai calon tersangka.
Postingan di grup Instagram tersebut dibuat melalui aplikasi yang berbasis di Jerman, namun polisi berhasil mendapatkan data yang memungkinkan mereka menemukan identitas tersangka.
Mereka menahannya di rumahnya di Kota Taipei pada Jumat malam dan menyita telepon genggamnya serta barang bukti lainnya. Kasus ini dirujuk ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei sebagai kasus ancaman publik.





