Penampilan Pencak silat dari kelompok "Persaudaraan Setia Hati Terate" Cabang Taiwan di acara piknik bersama Migrasi Musim Gugur IFI Network di Taipei, Minggu (30/10/2022)/ (Dok. Indosuara/Aubrey Fanani)
**Indosuara** – Pekerja Migran Indonesia menampilkan pencak silat dalam acara piknik bersama pekerja migran Migrasi Musim Gugur IFI Network yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Taiwan, di Taman 228, Kota Taipei, Minggu.
Dalam acara yang diikuti oleh beberapa negara itu, seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, dan lainnya, pencak silat menjadi acara pertama yang memeriahkan kegiatan tersebut.
Kelompok Pencak Silat “Persaudaraan Setia Hati Terate” Cabang Taiwan menampilkan beberapa gerakan seni bela diri dan juga atraksi memecah balok. Penampilan berlangsung selama kurang lebih 10 menit.
Pengunjung yang kebanyakan adalah masyarakat lokal Taiwan tampak antusias dan menyenangi penampilan tersebut.
Vindy, salah satu pesilat yang tampil dalam acara tersebut mengatakan penampilan mereka dapat mengenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari negara lainnya.
“Kami juga ingin penampilan ini dapat mendorong teman-teman dari luar negeri untuk ikut belajar seni bela diri silat,” kata dia.
Menurut dia, pencak silat bukan hanya digunakan untuk membela diri saja, tetapi ada aspek seni dan kerohanian yang terkandung di dalamnya.
Saat kegiatan berlangsung, hujan terus mengguyur Taipei tanpa henti, namun sejumlah pekerja migran Indonesia tetap datang untuk memeriahkan tersebut mesti tak dapat piknik di taman.
Mereka memilih berteduh di pendopo yang ada di sekitar pagoda. Salah satunya adalah Mila, sejak pukul 10 pagi dia sudah hadir bersama teman-temannya.
Dia membawa nasi, sayur, buah-buahan, serta minuman untuk menemani piknik mereka. Tak hanya untuk bersantai, kesempatan piknik bersama teman-teman tersebut dia gunakan untuk bertukar pikiran dan berkreasi.
Menurut Mila, acara piknik bersama dengan teman-teman migran asal negara lainnya ini dapat menjadi ajang bertukar budaya.
“Tidak hanya bisa bertemu teman-teman dari Indonesia, tetapi juga bisa bertukar budaya, kuliner, bahasa, dan bisa bertukar informasi tentang acara-acara apa saja yang ada di Taiwan,” kata Mila.
Dia mengatakan jika cuaca cerah, peserta piknik akan banyak sekali dan mereka akan menggelar tenda-tenda di halaman rumput.
Mereka juga akan saling mendatangi tenda-tenda teman lainnya untuk bertukar camilan dan makanan.
Mila dan teman-temannya juga bisanya ikut membuka bazar di acara tersebut, mereka akan menjual makanan dan pernak-pernik asal Indonesia seperti batik, wayang, dan lainnya.
Mila yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik multinasional di Taiwan, memang senang dengan kegiatan sosialisasi seperti ini, karena dia bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia, terutama kebudayaan tradisional Indonesia.
Selain acara-acara kebudayaan, acara tersebut juga diisi dengan bazar yang menjual aneka makanan dari beberapa negara.





