Foto: ET Today
Indosuara — Seorang pria berusia 31 tahun asal Indonesia bermarga Du (杜), memanfaatkan libur badai topan Gaemi (颱風凱米) untuk naik kereta dan mengunjungi temannya di Distrik Dadu. Di tengah perjalanan, tubuhnya basah kuyup dan ia berlindung dari hujan di dalam stasiun kereta. Saat itu ia bertemu dengan polisi yang sedang memeriksa kondisi akibat badai topan. Du langsung berlari, namun baru beberapa langkah sudah tertangkap. Setelah diperiksa, ternyata ia adalah pekerja ilegal yang telah melarikan diri selama 2 tahun. Du mengeluh tentang nasib sialnya.
Dilansir oleh ET Today, petugas polisi dari Kepolisian Distrik Taichung Cabang Wuri Stasiun Dadu (台中警察局烏日分局大肚), Lai Wei-Ting (賴威廷) dan Li Jin-Yi (李勁頤), sedang berpatroli untuk memeriksa kondisi badai di wilayah mereka ketika mereka menemukan seorang pria bermarga Du yang basah kuyup di Stasiun Kereta Dadu. Saat petugas mendekat untuk menanyakan keadaannya, Du langsung berlari. Namun, petugas dengan cepat mengejarnya dan berhasil menangkapnya.

Foto: ET Today
Dua tahun lalu, Du bekerja di sebuah pabrik di Distrik Nantun, Kota Taichung (台中市南屯區). Namun, sejak 6 September 2022, ia menghilang dan menjadi pekerja illegal dan bersembunyi di berbagai tempat. Kali ini, Du keluar untuk mengunjungi temannya saat badai topan, tetapi malah tertangkap oleh polisi yang secara kebetulan mengenali identitasnya. Du menunduk diam dan menggelengkan kepala, mengeluh betapa sialnya nasibnya. Kasus ini akan diproses lebih lanjut oleh tim khusus Imigrasi untuk penahanan dan menunggu deportasi, sesuai dengan pelanggaran Undang-Undang Imigrasi dan Perlindungan Pelintas Batas.





