**Indosuara** - Para pekerja migran di Taiwan diingatkan akan bahaya penipuan saat berbelanja online (daring). Hal ini mengingat banyak risiko penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di Taiwan, seperti yang disampaikan layanan aduan 1955
Melalui akun Facebook-nya, layanan yang berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Taiwan ini menyebut salah satu penipuan yang sering terjadi saat berbelanja adalah penawaran harga yang sangat murah untuk barang yang biasanya dijual mahal. Hal ini sangat mudah menjerat calon korbannya karena keburu tergiur dengan harga murah yang ditawarkan si penjual.
"Ketika berbelanja melalui platform media sosial, jika menemukan selisih harga jual yang besar dengan harga di pasaran, maka waspadalah karena ini mungkin adalah penipuan," demikian kata 1955.
Untuk itu konsumen harus jeli untuk melihat dan mengamati penjual serta barang yang hendak dibeli secara daring sebelum membayarnya. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum menyetujui transaksi pembelian suatu barang dan melakukan pembayaran adalah keaslian barang dan reputasi penjual.
Pembeli sebaiknya melihat reputasi penjual yang biasanya bisa dilihat melalui jumlah bintang di aplikasi belanja online tersebut dan testimoni yang disampaikan oleh para konsumennya.
Penjual yang mendapatkan jumlah bintang yang besar dan testimoni yang baik dari konsumen lainnya, biasanya lebih terjamin. Atau pembeli bisa berbelanja di akun resmi dengan reputasi yang baik.
"Pilihlah platform belanja resmi dengan reputasi yang baik agar hak dan kepentingan anda sebagai seorang konsumen dapat terjamin dengan baik," ucao 1955.
Jika menghadapi kasus dugaan penipuan maka hendaknya sesegera mungkin melapor. Laporan, kata layanan aduan 1955 bisa dilakukan dengan menghubungi saluran khusus anti penipuan yang telah disiapkan oleh pemerintah Taiwan yakni layanan 165.
"Selain itu bisa juga menghubungi Saluran Khusus Konsultasi 1955 agar dapat melindungi hak dan kepentingan anda," demikian ucap 1955.
Layanan 1955 juga mengingatkan kepada para pekerja migran asing yang ada di Taiwan untuk senantiasa menjaga diri dari kemungkinan modus penipuan lain, seperti telepon dari orang tidak dikenal, kejutan berhadiah, atau penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
Soalnya, banyak sekali modus yang dilakukan oleh penjahat penipu untuk menjerat korban. Selain itu pastikan juga data diri PMA di Taiwan tidak dipindahtangankan kepada siapapun, untuk keperluan apapun.





