**Indosuara** - Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas menyerukan kepada para pekerja migran Indonesia yang ada di Taiwan untuk belajar mandiri. Hal ini bisa dimulai untuk tidak selalu menggangtungkan semua urusan kepada agensi.
Melalui unggahannya di media sosial Facebook, GANAS menyebut di lapangan ternyata masih banyak PMI yang masih belum mengetahui tugas dan fungsi agency di Taiwan. Hal ini terutama terjadi pada PMI sektor formal baik yang sudah lama atau baru masuk Taiwan.
"Sehingga ketika ada masalah ditempat kerja lalu minta pindah dan menggantungkan pekerjaan baru kepada agency," demikian pernyataan GANAS.
Menurut GANAS, hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat PMI merasa telah membayar biaya service setiap bulan dari gaji mereka. Untuk itu para PMI merasa berhak mendapat layanan untuk hal apapun, termasuk ketika ada permasalahan di tempat kerja. Padahal, fungsi agensi hanya menyalurkan kerja, sehingga menggantungkan semuanya pada agensi akan membuat kemandirian pekerja menjadi terhambat.
"Hal tersebut adalah kesalahan terbesar sehingga ketika ijin kerja turun dan hampir habis lalu glagepan dan menyalahkan agency kenapa tidak mencarikan job bagi dia. Padahal ini salah!," tulis GANAS.
Menurut GANAS, jelas tidak ada aturan yang mewajibkan agency harus bertanggungjawab dalam mencarikan pekerjaan atau job kepada pekerja migran yang masih terikat kontrak dgn agency tersebut. Kecuali terhadap beberapa kasus tertentu di mana memang sudah disepakati ketika mediasi, di depnaker sebagai sanksi atas pelanggaran agency. Namun, secara legal formal tidak ada aturan yang membebankan tanggung jawab mencari kerja lanjutan bagi pekerja migran.
"Salah satunya adalah agency tidak diberi tanggungjawab mencarikan job bagi pekerja migran namun agency berhak mencarikan pekerja untuk majikan sesuai apa yang dia mau dan kehendaki," ucap GANAS.
Jika begitu, GANAS menilai ada ketimpangan. Di mana ada relasi yang tidak setara antara pekerja, majikan, dan agensi.
"Yang dirugikan dan diuntungkan dalam system ini siapa?," ucap GANAS.
Oleh karena itu, GANAS terus menggaungkan hapus sistem agensi. Soalnya, dengan kontrak mandiri, ada hubungan yang relatif setara antara calon pekerja dan majikan.
GANAS selama ini memang dikenal sebagai kelompok PMI di Taiwan yang gencar memantik keberanian para PMI di Taiwan untuk mengikuti program Direct Hiring. Program ini adalah proses perpanjangan kontrak kerja antara PMI dengan majikan tanpa melalui agency Taiwan maupun jasa PPTKIS di Indonesia. Tujuannya adalah agar biaya yang dikeluarkan pekerja lebih hemat tanpa menyertakan service agency setiap bulan.
Dalam menjalankan kampanye dan program-programnya, GANAS juga berjejaring dengan organisasi lain seperti misalnya, Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan atau TIWA. Asosiasi ini adalah organisasi non-pemerintah yang berbasi di Taiwan yang juga sering membantu para pekerja migran di Taiwan.
Banyak testimoni positif yang dilontarkan oleh para PMI di Taiwan untuk GANAS. Di antaranya seperti yang disampaikan oleh Ari Wuryani, seorang PMI di Taiwan. Menurutnya, keberadaan GANAS sangat bermanfaat bagi teman-teman pekerja migran di negara Formosa. Banyak ilmu yang bisa diserap dan dipelajari oleh PMI melalui GANAS, terutama tentang hubungan kerja antara PMI dan majikan di Taiwan.
"Ingat perbanyak ilmu dan pengetahuan agar tidak di peras tenaga dan uang oleh agensi nakal dan majikan nakal," kata dia.





