Indosuara — Seorang Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di Taoyuan mendapat pelecehan seksual dari majikan, seorang pasien yang ia jaga. Berdasarkan laporan dari GANAS, pekerja yang disebut dengan nama Atik ini, sering mendapat kiriman dan diperlihatkan video porno bahkan tidak jarang dirangkul dan dipegang bagian tubuhnya oleh si pasien.
Pasiennya adalah seorang kakek yang terlihat sehat secara fisik karena masih bisa beraktifitas dalam keseharian. Puncaknya adalah beberapa hari lalu ketika selepas mandi si kakek tiba-tiba memperlihatkan alat vitalnya ke Atik.
“Atik segera hubungi agensi dan malam itu juga agensi langsung datang untuk berdiskusi dengan majikan. Kesepakatanpun terjadi yaitu Atik tanda tangan putus kontrak dan diijinkan pindah majikan,” tulis GANAS melalui media sosial Facebook-nya.
Namun Atik yang sudah ketakutan ternyata tidak diperbolehkan ikut keluar dari rumah majikan dengan alasan tidak ada tempat tinggal untuk dia di agensi. Pihak Agensi bahkan menyuruh ia tidur di gudang rumah majikan tersebut. Karena tertekan si Atik menghubungi salah satu PMI yang pernah dibantu GANAS COMMUNITY
“Kebetulan dia juga teman satu PT dan satu angkatan. Bahkan Atik juga berniat untuk terjun dari lantai 15 dimana dia tinggal saat itu,” ujar GANAS.
Mengingat situasi emergensi kemudian atas persetujuan dari salah satu NGO yang juga afiliasi Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas-GANAS si Atik diijinkan tinggal di Shelter tersebut.
Jumat siang kemarin Atik berhasil dijemput oleh satu anggota GANAS untuk dibawa ke Shelter NGO demi keselamatan dia serta untuk mendapatkan hak-haknya.





