Foto: News.Immigration.Gov.tw
Indosuara -- Seorang staf Panti Jompo di Penghu, beberapa hari lalu menemukan seorang pekerja migran Indonesia di panti tersebut dengan tas yang mencurigakan. Gerak geriknya dianggap aneh karena seperti hendak membuang tas tersebut. Karena curiga, staf tersebut menghampirinya dan menemukan bahwa isi tas tersebut adalah bayi yang baru lahir.
Dikutip dari news.immigration.gov.tw, sebuah situs berita lima bahasa unntuk penduduk baru, staf itu langsung memberi tahu perawat untuk menanganinya, dan memanggil ambulans untuk mengirim bayi ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Diketahui bahwa bayi tersebut mengalami trauma dan patah tulang.
Karena bayi baru lahir, tubuhnya sangat lemah. Perawat pertama-tama membungkus bayi dengan handuk dan melakukan perawatan darurat. Kemudian, pekerja migran perempuan Indonesia dan bayinya dikirim ke Rumah Sakit Umum Tri-Layanan Cabang Penghu untuk perawatan darurat, bayi tersebut kemudian dikirim ke unit perawatan intensif untuk observasi. Sementara pekerja migran tersebut didampingi oleh petugas biro tenaga kerja dan dirawat di rumah sakit untuk pemulihan, menunggu polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Seorang dokter anak di Rumah Sakit Umum Tri-Layanan Cabang Penghu mengatakan: "Saat diamati, menemukan bahwa bayi tersebut mengalami hipotermia, penurunan vitalitas, kesulitan bernapas, dan trauma yang jelas pada tubuh."
Setelah menerima laporan tersebut, Biro Kepolisian Pemerintah Kabupaten Penghu Cabang Baisha pun segera mengambil tindakan, menutup lokasi kejadian dan memberangkatkan petugas polisi, tim investigasi dan unit forensik ke lokasi untuk penyelidikan.





