Foto: LTN News
Indosuara — Seorang PMI di Keelung (基隆) mengalami pemerkosaan dan penyekapan selama 9 bulan oleh majikan bermarga Wang (王) yang merupakan buronan. Hal ini memicu kemarahan netizen yang mempertanyakan mengapa polisi tidak bisa menangkap pelaku dan dianggap membiarkan kejahatan terjadi.
Dilansir oleh LTN News, PMI tersebut menggelar konferensi pers kemarin didampingi oleh anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Lin Shu Fen (林淑芬) dan Hung Shen Han (洪申翰), serta Asosiasi Layanan Masyarakat Taoyuan (桃園市群眾服務協會). Melalui penerjemah, korban menceritakan dalam bahasa Indonesia bahwa selama 9 bulan bekerja, ia dipukuli dengan kabel alat pengeriting rambut oleh majikannya, disemprot dengan cairan tidak dikenal pada lukanya yang menyebabkan infeksi parah, serta mengalami pemerkosaan, pengekangan kebebasan pribadi, dan tidak menerima gaji selama bekerja. Ia berbicara di hadapan publik dengan harapan tidak ada lagi korban berikutnya yang mengalami nasib serupa.
Direktur Pusat Perlindungan Pekerja Migran (協會移工庇護中心), Xiao Yicai (蕭以采), menjelaskan bahwa majikan yang memperkosa PMI tersebut adalah buronan kasus pemerkosaan sejak 2011. Namun, ia masih bisa menggunakan data pribadi untuk mengajukan permohonan pekerja migran. Hal ini disebabkan karena aturan saat ini hanya mengatur majikan yang pernah melanggar Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan yang berlaku, yang membatasi jumlah pekerja migran yang dapat dipekerjakan. Namun, tidak ada sistem penghubung antara kepolisian dan ketenagakerjaan untuk menangani buronan pelaku kejahatan berat. Xiao berharap agar pihak terkait segera menutup celah hukum ini.
Selain itu, di media sosial Facebook, beberapa orang mempertanyakan mengapa polisi Keelung tidak bisa menangkap pelaku dan dianggap membiarkan kejahatan terjadi. Kepolisian Kota Keelung merilis pernyataan pada malam hari, menekankan bahwa setelah menerima laporan dari PMI yang menjadi korban pemerkosaan dan penyekapan oleh majikan bermarga Wang pada 26 Juni lalu, polisi Keelung segera membentuk tim khusus yang terdiri dari Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (基隆市警局婦幼隊), Satuan Reserse Kriminal, dan Bagian Urusan Luar Negeri (刑警大隊及外事科立) untuk menyelidiki kasus ini dengan menggunakan segala upaya dan sumber daya yang ada.
Polisi menyatakan bahwa majikan bermarga Wang terlibat dalam kasus pemerkosaan paksa dan telah menjadi buronan yang dicari oleh Kejaksaan Negeri Hsinchu (新竹地檢署). Setelah menjadi buronan dan melarikan diri ke berbagai tempat, tim khusus berhasil menangkap Wang pada 26 Juli di Distrik Ruifang, Kota New Taipei (新北市瑞芳區). Setelah ditangkap, Wang diserahkan ke Kejaksaan Negeri Hsinchu dan kemudian menjalani hukuman penjara.





