Foto: UDN
Indosuara - Wen Yang, seorang pekerja migran asal Vietnam dijatuhi hukuman seumur hidup setelah membunuh rekannya pada 3 September 2022. Yang membunuh temannya sesama imigran Vietnam bernama Pan lantaran cemburu saat Pan dekat dengan mantan pacarnya.
Mengutip informasi dari UDN, Wen Yang putus dengan seorang pekerja migran bermarga Chen pada Mei tahun lalu, dan dia merasa cemburu ketika Chen dekat dengan Pan. Yang melabrak Pan, dan keduanya terlibat adu mulut.
Sesudah bertengkar di telepon, Yang mengambil parang kemudian berangkat ke asrama tempat Pan tinggal di Distrik Annan, Kota Tainan. Dia mengajak pekerja Vietnam lainnya Ruan Huanghui dan Li untuk melakukan aksi tersebut.
Yang kemudian mendatangi Pan lalu membacoknya 12 kali dengan pisau, dan Pan tewas di tempat. Putusan hakim menyatakan bahwa Ruan Huanghui dan pekerja migran bermarga Li mengetahui bahwa Wen Yang membawa pisau untuk mencari Pan.
Khawatir akan konflik fisik, Li tetap mengantar Ruan dan Tuan ke rumah kontrakan Pan dengan sepeda motor. Li memarkir motornya di depan tempat itu dan menunggu. Yang dan Ruan masing-masing masuk ke rumah kontrakan dengan parang dan tongkat besi segi empat.
Setelah masuk, Tuan mengayunkan parang ke dada dan perut Pan di tempat tidur, dan Ruan menemaninya ke kamar atas dan membunuh Pan di tempat.
Hakim menilai bahwa cara Yang membunuh Pan dengan pisau sangat brutal dan perilaku berdarah dinginnya sangat keji oleh sebab itu dia dijatuhi hukuman seumur hidup. Sementara Ruan, meski tidak memiliki permusuhan dengan Pan, namun dia dianggap bersekongkol dengan Yang dan dijatuhi hukuman 12 tahun.
Keduanya pun telah dideportasi ke negara asal mereka di Vietnam.





