Foto : TVBS
Indosuara — Kecelakaan kerja terjadi di Pabrik Pengolahan Sampah Taitung (台東). Pada sore hari, pipa boiler nomor satu tiba-tiba meledak, menyebabkan empat pekerja di lokasi mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit. Beruntung, semua korban dalam keadaan sadar. Pemerintah setempat menyatakan bahwa boiler nomor satu telah ditutup untuk penyelidikan, sementara boiler nomor dua beroperasi normal sehingga tidak akan mempengaruhi pengumpulan dan pembuangan sampah di seluruh kota.
Dilansir oleh TVBS, seorang pria diturunkan dari ambulans dengan tandu, tampak kesakitan dan mengerang karena luka yang dideritanya, lalu segera dibawa ke ruang gawat darurat untuk perawatan. Pria lainnya memiliki luka di tangan, kaki, dan perut yang dibalut perban, berjalan terpincang-pincang menuju kursi roda sebelum didorong masuk ke rumah sakit. Kedua pria ini mengalami kecelakaan kerja di pabrik pembakaran beberapa saat sebelumnya.
Sekitar pukul 13:00 para pekerja sedang mengoperasikan boiler nomor satu untuk pembangkit listrik ketika pipa meledak secara tiba-tiba, menyebabkan uap air dalam jumlah besar keluar dan membakar para pekerja. Mereka segera disiram dengan air dingin untuk menurunkan suhu. Boiler nomor satu sementara dihentikan operasinya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan ini mengakibatkan empat pekerja terluka. Seorang pria bermarga Zheng (鄭) berusia 43 tahun mengalami luka bakar derajat dua di tangan, kaki, dan perut. Pria bermarga Chen (陳) berusia 37 tahun mengalami luka bakar tingkat dua hingga tiga dengan paparan sekitar 28%. Pria bermarga Luo (羅) berusia 31 tahun mengalami luka bakar di tangan, kaki, dan wajah. Pria bermarga Sun (孫) berusia 31 tahun mengalami luka bakar tingkat dua hingga tiga di bagian tubuh atas dan bawah.
Kepala Biro Lingkungan Hidup Kabupaten Taitung (台東縣環保局長), Guo Jiancheng (郭建成), mengatakan bahwa petugas pabrik sedang melakukan pemeriksaan di dalam pabrik dan menemukan bahwa ada pipa yang bocor. Ketika mereka mencoba memperbaikinya, mereka tidak menyangka bahwa kebocoran tersebut akan menyebabkan luka bakar akibat air panas.
Walikota Taitung, Rao Qingling (饒慶鈴) mengatakan, untuk selanjutnya mereka akan meminta kontraktor eksternal untuk lebih memperhatikan rekan kerja dan memastikan bahwa setiap langkah operasional dilakukan dengan lebih hati-hati.
Pemerintah Kabupaten Taitung menyatakan bahwa meskipun boiler nomor satu dihentikan sementara untuk pemeriksaan, boiler nomor dua beroperasi normal sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Taitung tidak akan terganggu. Kebocoran pipa diduga disebabkan oleh hujan lebat yang dibawa oleh topan beberapa waktu lalu, namun penyebab secara pasti masih harus menunggu hasil pemeriksaan.





