Foto: Taiwan News
Indosuara — Penembakan yang didahului oleh perkelahian terjadi di sebuah klub di Kaohsiung sekitar pukul 4 pagi pada hari Minggu (15 Oktober), di mana seorang pria berusia 25 tahun bermarga Lin (林) dipukuli dengan kejam. Pada Minggu sore, UDN melaporkan bahwa dua orang tambahan terluka dalam penembakan di Kuil Tsing Long dekat Pelabuhan Keziliao.
Dikutip dari Taiwan News, selain korban pertama, dua pria, keduanya bermarga Chen (陳), terluka dalam kejadian tersebut, satu tertembak di tangan, dan satu lagi di punggung. Kedua pria tersebut, yang merupakan teman Lin, melarikan diri dari tempat kejadian dan mencari perawatan sendiri di Rumah Sakit Umum Angkatan Bersenjata Kaohsiung, menurut UDN.
Adapun korban pertama berusia 58 tahun, bermarga Hsiao (蕭), ditembak di lengan kiri dan perutnya oleh beberapa pria bersenjata. Staf lain di kuil dengan cepat memanggil ambulans beberapa saat setelah serangan itu, lapor UDN.
Menurut laporan, orang-orang bersenjata itu tiba dengan dua kendaraan terpisah sekitar jam 7 pagi. Hsiao, yang telah bekerja di kuil selama lebih dari dua tahun, baru saja menyelesaikan tugasnya sekitar jam 6 pagi dan bersiap untuk pulang ketika serangan itu terjadi.
Petugas awalnya mengira Hsiao mungkin menjadi sasaran khusus. Namun, belakangan diketahui bahwa Hsiao terluka dalam konflik antara dua kelompok terpisah, menurut UDN.
Seorang saksi mata mengatakan kepada petugas bahwa tiga pria yang membawa “senjata panjang” keluar dari sebuah BMW putih, yang diparkir di depan kuil, menurut UDN. Polisi kemudian meninjau rekaman kamera keamanan dan menemukan kendaraan kedua, yang diidentifikasi sebagai minivan hitam.
Para penyerang dilaporkan melarikan diri dari tempat kejadian segera setelah mereka melihat Hsiao jatuh ke tanah, lapor UDN. Saat meninjau TKP, polisi menemukan 10 selongsong peluru di depan halaman kuil.
Hsiao dilaporkan sadar ketika tiba di Rumah Sakit Umum Angkatan Bersenjata Kaohsiung dan berada dalam kondisi stabil setelah operasi berhasil.
Setelah menyelidiki rekaman pengawasan, polisi mengidentifikasi dua kelompok tersangka yang dilaporkan bertengkar dalam keadaan mabuk di sebuah bar pada dini hari. Polisi menduga salah satu kendaraan mengikuti kendaraan lainnya, yang berhenti di kuil, sehingga mendorong para penyerang keluar dari kendaraan mereka dan mulai menembak.
Saat diberitakan, petugas yakin Hsiao ditembak secara tidak sengaja, namun penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui secara pasti bagaimana serangan itu terjadi.





