Foto: May Rahma bersama Mr. Ellen (kiri) dan Mr. Bin (kanan) dari The Howard Plaza Hotel yang membantunya menemukan tas berisi uang 90 ribu NTD pada Maret silam. (Dok. Pribadi)
Indosuara - Seorang PMI bernama May Rahma berbagi pengalamannya menemukan kembali barang berharga yang hilang di Taiwan. May mengaku kejadian yang membuat dirinya merasa seperti kehilangan nyawa ini terjadi pertama kalinya setelah dia bekerja selama 13 tahun di Taiwan.
Hal itu bermula saat acara nikah massal yang digelar oleh KDEI pada 19 Maret 2023, dia sedang melakukan pekerjaan untuk merias pengantin yang ingin menikah pada hari itu. Saat dia hendak berangkat dari kawasan dekat stasiun Fuzhong menggunakan taxi, dia sempat meninggalkan satu set box make up karena dia kelimpungan dengan barang bawaan yang banyak.
Saat hendak berangkat dari hotel tempat ia tinggal ke hotel tempat acara nikah massal, ia sempat kelimpungan karena banyaknya telepon yang masuk. Apalagi saat itu ia juga harus segera menemukan taksi untuk berangkat ke tempat acara.
“Itu enggak nemu taksinya. Sampai akhirnya suami bantu saya untuk pesan tiket taksi di Family Mart. Itu juga dia enggak mengerti dan dibantu oleh orang Taiwan,” ujar May.
May sadar make-up boxnya ketinggalan setelah dia sampai di lokasi nikah massal, yaitu The Howard Plaza Hotel Taipei saat May diminta suaminya untuk merapikan kembali make up mempelai.
Di situ ia baru sadar kalau satu set box make up-nya tertinggal di stasiun tempat ia menunggu taksi. Karena tak mau membuang waktu, ia pun meminjam alat make up artist lain dan berencana mengambilnya setelah semua make up pengantin beres. Tak hanya itu, ternyata May juga meninggalkan tas pribadinya di taxi yang ditumpangi tadi.
“Itu saya sudah menangis sejadi-jadinya. Gimana barang saya. Ya Allah ada apa dengan saya hari itu, kok semuanya ketinggalan,” kata May saat berbagi pengalamannya kepada Indosuara.
May kontan panik. Ia hanya bisa menangis. Soalnya di tas tersebut tidak hanya berisi barang pribadinya, tetapi sejumlah dokumen seperti paspor, ARC, tiket, ATM, miliki para PMI yang akan pulang ke Indonesia esok harinya, dna juga uang para mempelai yang dititipkan kepadanya untuk pembayaran jasa fotografer dan lainnya.
“Itu bukan uang sedikit, walaupun saya harus mengganti, itu uangnya besar kira-kira ada sekitar 90 ribu NTD dan juga dokumen-dokumen lainnya,” kata May.
Melihat May panik, petugas di hotel pun berusaha menenangkannya. Mereka bahkan mencoba mengontak agen taksi untuk menanyakan keberadaan taksi itu. Untungnya saat itu May memesan taksi dari aplikasi Family Mart, sehingga tercatat jelas detail informasi soal pemesanan taksi tersebut. Namun karena yang memesan taksi bukanlah May langsung, melainkan dibantu oleh orang Taiwan lainnya, maka pelacakan taksi sedikit terhambat.
Pihak hotel, menyarankan May untuk menghubungi perusahaan taksi, untuk melaporkan hal tersebut. Karena masih kesulitan untuk menemukannya, akhirnya pihak hotel membantu May untuk melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi. May pun dimintai keterangan dan reka adegan oleh polisi.
“Saya disuruh menunggu. Agak lama itu dari jam 10.30 sampai kira-kira 02.30. Pikiran saya sudah tidak karu-karuan saja,” kata May.
Di tengah kegundahannya, petugas yang membantu May datang menghampiri. Ia bertanya warna tas May dan tanda spesifiknya. Ternyata para petugas ini telah mendapatkan tas May yang tertinggal di taksi.
“Langsung saya peluk petugas itu dan menangis sejadi-jadinya. Saya bersyukur sekali masih ada rezeki saya, terimakasih. Orang di Taiwan baik-baik,” ucap May.
May pun sudah lupa akan set box make up-nya yang tertinggal. Kalau pun hilang ya sudah lah, pikirnya. Bisa beli lagi nanti. Tapi kepasrahannya kali ini berbuah manis karena ketika ia kembali ke stasiun dekat tempatnya menginap, ternyata box make up dia yang tertinggal masih ada di situ dengan posisi yang tidak bergeser.
“Ini saya terkejut campur syukur. Ya Allah semuanya masih rezeki saya hari itu,” ucap dia.
May yang sudah belasan tahun bekerja di Taiwan mengaku baru kali ini ia punya pengalaman ketinggalan barang. Tapi lewat pengalaman ini ia punya pandangan lebih bagus pada Taiwan sebagai wilayah dengan banyak masyarakatnya yang jujur.
“Saya tidak habis pikir bagaimana kalau barang saya yang hilang ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal taksi yang sebelumnya saya tumpangi sudah dinaiki oleh beberapa penumpang lain lagi. Makanya saya berterimakasih pada Taiwan, karena orang-orang Taiwan baik-baik,” ucap May.
Ia menambahkan: “Pengalaman ini tidak akan saya lupakan seumur hidup saya”.
Pesan Taksi Lebih baik dari Aplikasi
Berkaca dari pengalaman May, dia pun menyarankan teman-teman Indonesia yang ingin bepergian menggunakan taksi sebaiknya memesan taksi melalui aplikasi di handphone atau pun di Family Mart atau Seven Eleven.
"Saya ingin berpesan kepada teman-teman agar kalau berpergian menggunakan taksi sebaiknya pesan melalui aplikasi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Jika kita menggunakan aplikasi maka semua informasi waktu pemesanan, nomor taksi, dan tujuan kita tercatat jelas. Sehingga jika ada kejadian seperti yang saya alami maka pelacakan barang hilang akan lebih mudah dilakukan," kata May.





