Foto: LTN News
Indosuara — Pada sekitar pukul 3 sore kemarin, di wilayah perairan luar Pelabuhan Perikanan Zhongyun, Distrik Linyuan, Kota Kaohsiung (高雄市林園區中芸漁港), terlihat ada mayat pria yang terjebak di antara kayu apung. Pada pukul 2 siang hari ini, mayat tersebut terdorong ke penghalang gelombang di tanggul dan terjebak di sana.
Pihak penjaga pantai dan pemadam kebakaran menggunakan derek untuk memindahkan penghalang gelombang tersebut. Akhirnya, terkonfirmasi bahwa mayat tersebut adalah salah satu dari kru kapal Fu-Shun (福順輪) yang tenggelam. Awalnya terdapat 9 kru kapal, dengan 2 meninggal, 4 diselamatkan, dan 3 masih hilang.
Dilansir oleh LTN News, Kapal Fu-Shun berbendera Tanzania awalnya berlabuh di perairan luar Pelabuhan Kaohsiung. Karena kemiringan kapal mencapai 50 derajat ke kiri, 9 kru kapal asal Myanmar meninggalkan kapal dan melarikan diri pada pagi hari tanggal 25. Kemudian, empat orang berhasil diselamatkan. Namun, pada pagi hari tanggal 26, ditemukan mayat pria asing di pantai Jalan Haiqian, Distrik Linyuan (林園區海墘路).
Kemarin sore, warga menemukan mayat pria tanpa pakaian yang terjebak di antara kayu apung di luar tanggul Pelabuhan Perikanan Zhongyun, Distrik Linyuan. Meskipun diduga sebagai salah satu kru yang hilang, identifikasi tidak bisa dilakukan karena jaraknya terlalu jauh. Hari ini, mayat tersebut terdorong ke penghalang gelombang di tanggul dan terjebak di sana. Dengan bantuan derek untuk memindahkan penghalang gelombang tersebut, akhirnya terkonfirmasi bahwa mayat tersebut adalah salah satu kru yang hilang.





