**Indosuara** - Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas mengapresiasi respons cepat 1955 sebagai badan layanan aduan pekerja migran di bawah Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MoL) terhadap kritik GANAS pada 1955. Sebelumnya, dalam pertemuan dengan MoL, GANAS mengkritik kurang maksimalnya layanan 1955.
Salah satu kritik GANAS pada 1955 adalah penyerahan aduan dari 1955 kepada agensi pekerja migran. Menurut GANAS, sebaliknya, mestinya penanganan pekerja migran tidak diberikan kepada agensi. Sebab dari sinilah akar permasalahan terjadi dan prosedur penanganan kasus biarpun menghubungi 1955 tetap harus koordinasi dengan agensi.
"Padahal disitulah titik puncak masalah yang sebenarnya. Intimidasi verbal dari yang halus hingga kasar biasa terjadi ketika pekerja lapor ke 1955," demikian menurut GANAS.
Menanggapi ini, 1955 menyatakan itikad baik membuka komunikasi dengan organisasi GANAS COMMUNITY. hanya beberapa jam kemudian setelah pertemuan, pihak 1955 menghubungi GANAS COMMUNITY melalui nomer kantor pusat mereka yang ada di Taipei.
Mereka mengklarifikasi sebagai respon atas kritikan GANAS.
"Dalam komunikasi dengan ketua kami mereka juga mengatakan siap untuk berkoordinasi dalam penanganan kasus," kata GANAS.
Dibukanya pintu komunikasi ini pun diharapkan dapat membantu terwujudnya perubahan yang baik untuk teman teman pekerja migran yang terlibat masalah di Taiwan.
"Dari pertemuan kemarin dan sebelumnya dengan berbagai jalur kami akan terus berjuang bersama agar benar benar membawa perbaikan bagi pekerja migran," tutur GANAS.
Sementara itu, seperti yang dikatakan perwakilan MOL kepada GANAS waktu itu bahwa akan memperbaiki secara bertahap termasuk akan mengadakan rundingan dengan pemerintah Indonesia terkait kondisi pekerja migran Indonesia di Taiwan.
Sebelumnya, GANAS dan Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia - KABAR BUMI bersama beberapa NGO serta peneliti pekerja migran mengadakan diskusi dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan(MOL).
Dengan fasilitator TAEF(Taiwan Asia Exchange Foundation)pertemuan khusus ini membahas permasalahan pekerja migran mulai dari hulu hingga hilir. Masing masing pembicara mengutarakan isu seputar pekerja di Taiwan yang difokuskan dari Indonesia.
Dalam kesempatan ini Ketua Ganas Community menyampaikan semua permasalahan yang menimpa pekerja migran dari Indonesia. Mulai dari biaya proses keberangkatan ke Taiwan yang begitu tinggi, system agency yang penuh dengan eksploitasi hingga kenaikan gaji bagi PRT yang tidak serentak.
Dan juga kondisi PRT yang rentan dengan eksploitasi serta berbagai manipulasi serta semua permasalahan diungkap dengan lengkap yang tentunya berdasar fakta yang bersumber dari kasus yang ditangani oleh GANAS COMMUNITY.





