Foto: Taiwan News
Indosuara — Pemerintah Kota Taoyuan mengatakan pada hari Sabtu (23 September) bahwa layanan Vietnam dan Indonesia kini tersedia untuk hotline warga di nomor 1999.
Dikutip dari Taiwan News, Kota berpenduduk 2,3 juta jiwa ini memiliki demografi yang beragam dengan 70.000 imigran baru dan 130.000 pekerja migran. Sekitar 57.000 warga Vietnam dan 34.000 warga Indonesia kini tinggal di Taoyuan, menurut Komisi Penelitian dan Evaluasi kota tersebut.
Pekerja dan penduduk asing dapat menjadi korban penipu karena kendala bahasa membuat akses informasi menjadi sulit. Dengan layanan baru ini, masyarakat dari kedua negara Asia Tenggara dapat mencari bantuan melalui telepon ketika diperlukan, kata Wu Chao-ming (吳肇銘), ketua komisi.
Hotline warga nomor 1999 memberikan jawaban atas beragam pertanyaan mengenai urusan kota. Masyarakat Vietnam dan Indonesia dapat menanyakan topik-topik seperti kesejahteraan, pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, bantuan hukum, naturalisasi, kegiatan rekreasi, dan banyak lagi.
Pemerintah kota akan mempromosikan layanan tersebut melalui video dan melakukan perbaikan sebelum menambahkan bahasa lebih lanjut di masa depan, kata badan tersebut. Layanan ini gratis selama 10 menit pertama setelah panggilan dilakukan, melalui ponsel atau telepon rumah.





