Foto ilustrasi PCR di Hsincu diambil Hsinchu Science Park.
Walikota Taoyuan Cheng Wen-tsan (鄭文燦) pada hari Minggu (6 Juni) mengumumkan program tes screening atau PCR untuk lebih dari 100.000 pekerja migran di kota Taoyuan.
Selama pertemuan proyek pencegahan epidemi yang disiarkan langsung di Facebook pada Minggu pagi, Cheng mengatakan bahwa setelah wabah besar virus corona di dua pabrik di Kabupaten Miaoli, maka Taoyuan perlu "membangun garis pertahanan" untuk 117.000 pekerja pabrik asing dan pekerja migran sektor rumah tangga.
Cheng mengatakan bahwa lapisan pertama dari garis pertahanan akan menerapkan pengaturan kerja sama tim di 309 pabrik kota yang mempekerjakan lebih dari 50 pekerja migran. Dia mengatakan bahwa Departemen Tenaga Kerja dan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja akan memeriksa pabrik-pabrik ini untuk memastikan mereka menyelesaikan pengaturan ini dalam waktu lima hari.
Dalam hal asrama yang menampung lebih dari 50 pekerja, area kerja, akomodasi, ruang makan, dan kamar mandi semuanya harus dibagi menjadi beberapa bagian dan waktu penggunaan. Area publik bersama harus menerapkan langkah-langkah pencegahan epidemi, sementara kegiatan seperti karaoke dan olahraga akan ditangguhkan.
Sedangkan untuk 16 pabrik yang mempekerjakan lebih dari 500 tenaga kerja asing, Pemkot Taoyuan akan mewajibkan mereka untuk melakukan rapid screening test. Jika karyawan dinyatakan positif, mereka harus masuk isolasi dan juga menjalani tes PCR.
Cheng mengatakan bahwa kota itu menyediakan tiga hotel pencegahan epidemi yang memiliki hingga 500 kamar untuk menampung pekerja yang perlu mengisolasi diri. Adapun asrama besar yang menampung lebih dari 3.000 pekerja migran, Cheng mengatakan lembaga medis akan membantu dengan penyaringan cepat.
Cheng menambahkan bahwa kota Taoyuan akan mendirikan stasiun PCR di kawasan industrinya. Stasiun akan didirikan secara bertahap tergantung pada permintaan.




