Foto: TVBS
Indosuara β Lagi-lagi muncul krisis keamanan pangan! Perusahaan pembekuan Baisheng (ζζε·εε ¬εΈ) di Distrik Renwu, Kaohsiung (ι«ιδ»ζ¦ε), diduga menjual daging yang sudah kadaluwarsa setelah mengubah labelnya. Hal ini dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kaohsiung. Kejaksaan Distrik Qiaotou (ζ©ι ) segera membentuk tim investigasi khusus bersama dengan Biro Investigasi, Batalyon Polisi Kriminal, dan Dinas Kesehatan untuk menyelidiki kasus ini. Mereka pun menemukan 11,4 ton daging kadaluwarsa di lokasi.
Dilansir oleh TVBS, dilaporkan bahwa perusahaan pembekuan Baisheng adalah pemasok untuk banyak hotel bintang lima dan restoran terkenal di Kaohsiung. Baru-baru ini, Dinas Kesehatan menerima keluhan dari masyarakat tentang perusahaan makanan beku di Distrik Renwu yang menjual daging kadaluwarsa.
Dinas Kesehatan segera menyerahkan kasus ini ke Kejaksaan Distrik Qiaotou untuk diselidiki. Pada tanggal 9, tim investigasi khusus datang ke perusahaan tersebut dan menemukan 11,4 ton daging kadaluwarsa di gudang beku dan truk pengiriman, termasuk daging babi, ayam, bebek, sapi, dan angsa.

Foto: TVBS
Setelah kejadian tersebut, kejaksaan juga memanggil dua terdakwa yang bertanggung jawab, yaitu Tuan Xie (θ¬) dan Nyonya Lin (ζ), untuk hadir di pengadilan. Setelah pemeriksaan, diketahui bahwa kedua terdakwa terlibat dalam pelanggaran Pasal 255 Ayat 1 UU Hukum Pidana tentang Pencatatan Palsu dan Pasal 339 Ayat 1 tentang Penipuan.
Setelah pemeriksaan ulang, kemarin (10), pengadilan menetapkan jaminan sebesar 400.000 NTD untuk Tuan Xie dan 200.000 NTD untuk Nyonya Lin, yang menunggu panggilan lebih lanjut. Adapun industri makanan dan minuman yang menjadi korban, masih diselidiki oleh Dinas Kesehatan.





