Foto: Taiwan News
Indosuara — Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas menanggapi Surat Edaran KDEI Taipei Tentang Larangan Penyelenggaraan Kegiatan Organisasi PMI Pasca Perkelahian Changhua 2 September 2023. Menurut GANAS, larangan penyelenggaraan acara yang berlaku bagi semua seolah-olah menggeneralisasi dan menyalahkan organisasi PMI lain yang tidak terlibat pada perkelahian itu.
“Mengapa organisasi-organisasi yang merawat PMI dan mempromosikan berbagai kegiatan positif seakan-akan disalahkan karena kejadian ini? Bukankah seharusnya KDEI justru segera menjalankan tugasnya dengan menyelenggarakan penyuluhan rutin khususnya tentang aturan Taiwan yang menyangkut hak dan kewajiban pekerja migran? Bukankah KDEI seharusnya mengadakan pertemuan rutin dengan para pengurus organisasi-organisasi PMI untuk memahami permasalahan yang dihadapi dan bagaimana kami bisa diberdayakan?,” tanya GANAS melalui pernyataannya.
Menurut GANAS, PMI terpaksa meninggalkan keluarga dan bekerja di Taiwan selama bertahun-tahun karena ketidakmampuan negara menyediakan lapangan kerja dan pendapatan layak bagi warganya. Sementara di Taiwan, dengan adanya pelarangan acara akan membuat PMI ditambah beban karena harus terisolasi. Belum lagi mereka menghadapi berbagai permasalahan di tempat kerja mulai dari upah, libur, biaya/overcharging, penahanan dokumen, diskriminasi dan masih banyak lagi.
“Maka dari itu sangat normal jika PMI berkumpul dan berorganisasi sebagai cara untuk meringankan beban fisik, mental dan emosi yang harus kami hadapi,” jelas GANAS.
Partisipasi kami di organisasi juga dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada sesama perantau. Perkelahian ini haruslah menjadi peringatan kepada KDEI untuk segera melakukan pemberdayaan kepada PMI dan menggandeng organisasi-organisasi PMI demi mewujudkan Taiwan sebagai negara tujuan yang aman bagi PMI.
Kendati demikian, Ganas Community sebagai organisasi massa yang dibangun di Taiwan pada tahun 2016 dengan visi misi menjadikan PMI sadar akan hak dan kewajiban sebagai pekerja migran mengapresiasi upaya Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk menyelidiki dan mendampingi pekerja migran yang terlibat dalam kasus perkelahian antar Changhua pada 2 September kemarin.
Ganas Community turut menyayangkan tindakan dari pihak-pihak yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
“Apapun alasannya, tindakan itu tidak dibenarkan dan hanya akan merugikan kita sebagai sesama pekerja migran. Kita seharusnya saling membantu, bekerjasama dan bersolidaritas demi menjaga keselamatan dan keamanan kita selama di Taiwan,” ucap GANAS.





