Organisasi yang fokus pada isu pekerja migran terutama sektor domestik, Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas (GANAS) mengimbau agar para pekerja menolak pekerjaan di luar job. Soalnya, hal ini adalah bagian dari eksploitasi tenaga kerja.
Melalui unggahan Facebook-nya, GANAS menyebut para pekerja harus berani untuk mengambil tindakan jika dipekerjakan diluar job. Menurut GANAS, hal ini bukan masalah besar kecil nominal upah yang didapat namun hal ini bisa berpotensi membuat para pekerja dirugikan. Karena dampak negatifnya itu pula UU Taiwan melarang para pekerja mengambil kerja di luar kontrak kerja resminya.
"Undang undang hanya sebatas kertas jika kita sendiri tidak berani untuk beraksi," tegas GANAS.
GANAS sendiri, sebagai organisasi tegas menolak dan tidak ada toleransi untuk pelaku pelanggaran yang memperkerjakan PMI diluar job. Menurutnya, selama ini yang paling sering mendapatkan pekerjaan di luar job adalah pekerja sektor informal. Biasanya, pekerja sektor informal yang dipekerjakan di luar job dan melapor hanya akan di putus kontrak, balik ke agency lalu pindah majikan. Namun GANAS punya caranya sendiri.
"Namun tidak untuk GANAS COMMUNITY dan NGO afiliasi kami. Apabila prosedur sudah memenuhi SOP versi kami maka PRT tidak hanya bisa putus kontrak lalu pindah majikan tapi juga akan disarankan untuk menuntut ganti rugi bekerja selama ini," ucap GANAS.
GANAS memahami, seringnya pemberian pekerjaan di luar job karena pekerja di sektor informal tidak memiliki batasan jam kerja dan hitungan jam lembur seperti halnya pekerja di sektor formal. Namun hal tersebut harusnya tidak dinormalisasi.
"Ini layak untuk diperjuangkan agar majikan dan agency tidak semena-mena dalam merekrut pekerja migran," ucap GANAS.
Untuk memberi sosialisasi pada hak dan kewajiban pekerja, GANAS pun sering memposting tentang kasus yang sedang ditangani. GANAS pun saat ini tengah menangani sejumlah kasus pekerja sektor informal yang belum setahun masa kerja di Taiwan namun dipekerjakan di luar job.
"Saat ini (beberapa laporan yang masuk) masih sedang menunggu jadwal mediasi. Kami akan post hasil nanti untuk motivasi kita semua. Semoga bisa sukses seperti kasus lainnya," harap GANAS.





