Foto diambil dari : ET Today
Seorang pekerja migran asal Vietnam ingin menghabiskan liburan bersama istrinya yang juga bekerja di Taiwan, namun karena masa tinggalnya telah berakhir, melalui Facebook dia membeli tiket pesawat palsu dari seorang wanita asal Vietnam seharga 1.200 NTD, dengan keterangan palsu pembatalan penerbangan, agar mendapatkan perpanjangan masa tinggal Taiwan. Namun karena pencetakan yang tidak mulus akhirnya hal ini ketahuan dan dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Yilan untuk penyelidikan dan akan menghadapi 3 tahun penjara, dan dilarang memasuki Taiwan selama 6 tahun.
Departemen Imigrasi New Taipei menyatakan bahwa menurut peraturan, selama periode wabah Covid-19, masa berlaku ijin tinggal orang asing di Taiwan yang telah berakhir dapat diperpanjang masa waktu tinggal selama 30 hari dengan alasan tertentu.
Seorang pria asal Vietnam berusia 31 tahun bermarga Nguyen, yang merupakan seorang pekerja migran gagal berpindah majikan pada saat tahun baru imlek kemarin yang menyebabkan ijin tinggalnya berakhir. Namun dia ingin menghabiskan liburan bersama istrinya yang juga bekerja di Taiwan, akhirnya dia melihat Facebook, dan menemukan ada seorang wanita yang menawarkan jasa pemalsuan dokumen, Nguyen pun membeli tiket pesawat palsu dan sertifikat pembatalan penerbangan untuk mengajukan perpanjangan masa tinggal di Taiwan.
Nguyen memperoleh tiket pesawat palsu dan sertifikat pembatalan penerbangan, dan segera pergi ke kantor Imigrasi Kota New Taipei untuk mengajukan perpanjangan masa tinggal. Saat Biro Imigrasi memeriksa sertifikat, mereka menemukan bahwa fontnya kasar dan diduga berbeda dengan yang asli. Setelah dikonfirmasi dengan maskapai, nomor tiket dan catatan reservasi semua itu palsu.
Akhirnya hal ini dikirim ke kantor polisi dan akan diselidiki lebih lanjut kejadian rincinya, dan pelaku akan dihukum dengan blacklist masuk Taiwan selama 6 tahun lamanya.





