Foto diambil dari Biro Kepolisian Hsinchu.
Seorang pekerja migran kaburan ditangkap di tempat stasiun vaksinasi pada Selasa (7 Desember). Hal tersebut bertentangan dengan janji pemerintah yang tidak akan menangkap pekerja asing kaburan.
Pada hari Senin (6 Desember), kepala Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) Chen Shih-chung (陈时中) berjanji bahwa pekerja migran kaburan dan overstayed tidak akan ditangkap jika mereka datang ke tempat vaksin. Ketika ditanya oleh seorang reporter, Chen berjanji bahwa pekerja kaburan tidak akan ditangkap ketika mereka datang vaksin, "Kami dapat sepenuhnya menjamin itu," lapor CNA .
Namun, keesokan harinya (7 Desember), seorang pekerja migran perempuan asal Filipina ditangkap ketika dia pergi ke pusat kesehatan untuk vaksinasi COVID di Kabupaten Hsinchu. Dalam pertemuan Legislatif Yuan pada Rabu (8 Desember), beberapa legislator menanyakan tentang insiden tersebut dan menyatakan keprihatinan mereka bahwa akan ada kejadian berulang dari penangkapan tersebut di stasiun vaksinasi.
Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-chun (许铭春) menjawab dengan menyatakan bahwa penangkapan pada hari Selasa adalah insiden yang terisolasi dan tidak akan ada penangkapan seperti itu lagi.
Hsu mengatakan bahwa kebijakan pemerintah adalah "Tidak ada biaya, tidak ada laporan, dan tidak ada investigasi." Dia bersumpah bahwa di masa depan, ketika pekerja migran tiba di pusat vaksinasi, mereka tidak akan ditanyai atau diselidiki tentang status hukum mereka.
Tai Chung-hsien (戴崇贒), kepala Badan Kepolisian Nasional, dikutip oleh CNA mengatakan bahwa polisi setempat pada hari Selasa menerima laporan dari masyarakat tentang perselisihan. Ketika mereka tiba di tempat kejadian, mereka menemukan bahwa wanita itu tidak memiliki kartu Asuransi Kesehatan Nasional dan izin tinggalnya telah habis. Setelah polisi memeriksa identitasnya, mereka menyadari bahwa dia adalah seorang warga negara Filipina berusia 51 tahun. Seorang warga Taiwan melaporkannya.
Kemudian, ketika Badan Imigrasi Nasional mengkonfirmasi status pekerja migran, dia dibebaskan dari tahanan polisi."Ini adalah satu kasus," kata Tai, yang menambahkan bahwa polisi setempat telah diberitahu tentang kebijakan tersebut dan berjanji bahwa tidak akan ada kasus penangkapan lainnya.






