Foto diambil dari : UDN News
Perawat migran wanita asal Indonesia yang masuk Taiwan pada Mei 2019, pada awalnya bekerja di Distrik Fengshan「鳳山」, Kota Kaohsiung, baru-baru ini dirinya pindah majikan ke Daerah Hengchun「恆春」, Kabupaten Pingtung.
Pada tanggal 22 Desember 2021 dirinya melakukan rontgen dada, hasil pemeriksaan dirinya positif TBC paru. Setelah dinyatakan positif TBC, dokter memasukkannya ke daftar subjek pemantauan pengobatan yang direncanakan. Diperkirakan pengobatan membutuhkan 6 sampai 9 bulan. Tetapi setelah melewati pengobatan 2 hari, dirinya melarikan diri, dan dirinya juga tidak dapat dihubungi. Biro kesehatan kabupaten Pingtung menghubungi polisi, meminta bantuan untuk mencari pekerja migran ini.
Biro Kesehatan Kabupaten Pingtung mengatakan majikan pekerja migran ini menemukan bahwa pada tanggal 25 Desember 2021 pekerja migran ini telah melarikan diri dengan barang bawaannya, dan majikan tersebut segera memberi tahu Badan Sumber Daya Manusia dan Biro Kesehatan Daerah Hengchun. Setelah menerima pemberitahuan, Biro Kesehatan meminta agen untuk menghubungi pekerja migran tersebut, tetapi ponselnya dimatikan.





