Indosuara -- Hingga saat ini petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk Pemilu Indonesia 2024 di Taiwan masih terus berusaha untuk mendata para pemegang hak pilih yang ada di Taiwan. Targetnya di awal April 2023 nanti, pemutakhiran data pemilih ini sudah rampung dan para WNI di Taiwan yang punya hak pilih bisa terdaftar sebagai calon pemilih untuk Pemilu 2024.
Kendati begitu, Saukani, salah seorang petugas Pantarlih di Taipei mengaku masih menemukan kendala untuk mengejar target di April 2023 nanti. Salah satu kendala itu adalah sulitnya menjangkau seluruh orang Indonesia di Taiwan, terutama kalangan Pekerja Migran.
Menurut Saukani, banyak para pekerja yang belum tahu bagaimana cara mereka memutakhirkan data pemilih. Memang banyak dari para PMI ini sudah tahu bahwa di tahun 2024 nanti, Indonesia akan menghelat pesta demokrasi lima tahunan. Namun kebanyakan dari mereka merasa akan diurus pendaftaran pemilihnya oleh agensi. Padahal, agensi sendiri tidak melakukan itu.
"Oleh karena itu banyak yang terlewat. Kami juga sering menemukan data yang tidak cocok karena sudah pindah misalnya. Atau nomor yang tidak aktif," demikian kata Saukani.
Kendati begitu, pihaknya tak patah arang. Kini Pantarlih mulai aktif jemput bola dengan mendatangi langsung tempat-tempat berkumpulnya orang Indonesia di Taiwan. Seperti di warung-warung Indonesia atau ruang publik seperti taman dan Taipei Main Station.
Ini juga bukan hal mudah. Selain karena jumlah petugas Pantarlih yang tidak banyak, teman-teman PMI juga khawatir pada risiko penipuan kala diminta data diri oleh orang asing. Hal ini tentu bagus karena sudah ada kesadaran diri untuk waspada dari teman-teman PMI pada ancaman penipuan. Untuk itu, pihaknya akan memperkenalkan diri dengan menyatakan status tugas mereka sebagai Pantarlih. Dan yang patut diingat, semua proses ini tidak sampai perlu mengalihtangankan ARC atau dipungut biaya.
Para WNI yang ada di Taiwan juga bisa menghubungi langsung para petugas Pantarlih ini. Kini daftar petugas Pantarlih yang bertugas di Taiwan sudah bisa diakses di laman KDEI. Selain itu, poster para petugas juga akan ditempel di warung-warung Indonesia lengkap dengan nomor telepon masing-masing.
"Harapannya, mereka bisa menghubungi kami secara langsung," ucap dia.
Pantarlih pun mengingatkan kepada para WNI di Taiwan agar tidak abai pada pemutakhiran data pemilih. Soalnya masuk dalam daftar pemilih adalah hak seorang warga negara untuk terlibat dalam proses demokrasi. Jangan sampai hak untuk memilih ini disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.





