Foto: Taiwan News
Indosuara — Kebakaran menyebar ke hutan seluas 900 meter persegi setelah ledakan yang diduga berasal dari bahan paduan aluminium-magnesium di pabrik kembang api di Kotapraja Zaoqiao Kabupaten Miaoli pada Senin malam (8 Januari).
Dikutip dari Taiwan News, Pemadam kebakaran mengirimkan personel untuk mengendalikan api. Pihaknya juga mengeluarkan peringatan malam untuk menyelidiki apakah pemilik pabrik secara ilegal menyimpan bahan mentah berbahaya.
Sebanyak sembilan kendaraan dan 24 orang dikerahkan untuk memadamkan api, menurut UDN.
Kapten Kelompok Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-2 Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Miaoli Hong Chia-you (洪嘉佑) mengatakan “api putih” telah menyala di bagian paling dalam pabrik. Dia tidak menutup kemungkinan terjadinya penyalaan bubuk alumunium magnesium alloy yang menjadi bahan baku petasan.
Setelah mengendalikan ruang lingkup api, petugas pemadam kebakaran mengirimkan drone untuk memantau api. Meski api sudah bisa dikendalikan, namun masih ada bara api yang masih menyala di dalam hutan.
Pemadam kebakaran mengatakan kebakaran dimulai di area barat daya pabrik, yang mereka duga berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku paduan aluminium-magnesium untuk kembang api.
Investigasi awal terhadap kebakaran tersebut mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut dimulai dari tempat penyimpanan seluas 36 meter persegi, yang kemudian memicu kebakaran hutan seluas 900 meter persegi.
Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Miaoli mengatakan akan melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah perusahaan tersebut menyimpan bahan kembang api secara ilegal. Jika jumlah penyimpanan melebihi standar yang diatur, denda antara NT$300.000 dan NT$1,5 juta akan dikenakan.
Selain itu, jika lokasi, struktur, dan peralatan di lokasi melanggar peraturan manajemen keselamatan, perusahaan dapat didenda antara NT$60.000 dan NT$300.000.





