Foto: RTI
Indosuara — The Bankers Association of ROC mengkaji penambahan nominal remitansi tahunan Pekerja Migran Asing, dari NT$ 400.000 dinaikkan menjadi NT$ 500.000. Kebijakan ini dikaji seiring dengan naiknya gaji PMA.
Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, kebijakan ini juga dapat diterapkan pada institusi waralaba khusus maupun pelaku usaha pengguna pembayaran elektronik. Menurut sumber informasi yang ada, asosiasi perbankan telah memberikan masukan untuk merevisi nominal pengiriman uang PMA, dan masih menanti Badan Pengawas Keuangan menganggukkan kepala.
Sebelum dinaikkan, setiap PMA diizinkan mengirim uang per transaksi tidak boleh melebihi dari NT$ 30.000, dan setiap bulan tidak boleh melebihi dari NT$ 50.000. Sementara setiap tahun tidak boleh melebihi dari NT$ 400.000.
Akan tetapi pelaku usaha bidang ini mengeluh, peraturan ini dikeluarkan sejak dua tahun yang lalu. Dan selama dua tahun ini harga barang naik, inflasi dan kekurangan tenaga kerja memengaruhi gaji PMA naik, maka dari itu asosiasi perbankan memberi saran untuk merevisi aturan batasan nominal remitensi pasal 12, agar memenuhi kebutuhan akan pengiriman uang riil dan kenaikan upah PMA.
Saat ini jumlah PMA di Taiwan berkisar 740.000 orang. Jika terus dibatasi bukan tidak mungkin hal ini membuka keran remitasi ilegal. Ini sangat riskan, karena ada kekhawatiran terjadi pencucian uang, maka Badan Pengawas Keuangan meloloskan pelaku jasa remitensi nominal kecil bagi PMA, agar PMA tidak lagi mengirimkan uang melalui jasa pengiriman non resmi.
Namun untuk menghindari pengiriman uang dalam nominal besar, juga mencegah kebocoran pencucian uang yang sulit dikendalikan karena “pekerja ilegal mengatasnamakan pekerja legal” maka ditetapkan nominal pengiriman remitensi ini.





