Foto diambil dari : UDN News
Seorang wanita suku Tionghoa asal indonesia usia 80 tahun bermarga Yang「楊」, berkenalan dengan seseorang di Internet yang mengaku dirinya juga berasal dari Indonesia yang merantau ke Taiwan. Penipu ini mengaku dirinya ingin membeli rumah, tetapi dirinya masih kurang 600,000NTD, dan ingin meminjam uang dengan Yang「楊」. Karena merasa sangat jarang bisa berkenalan dengan orang senegara, Yang「楊」 pun percaya dan segera pergi ke bank untuk mengirimkan uang. Namun teller bank merasa adanya keanehan pada akun bank yang akan dituju, setelah di cek ternyata akun bank tersebut merupakan akun peringatan, teller bank tersebut pun segera menelpon polisi.
Pada tanggal 22 Desember 2021 siang hari, Kantor Polisi Sanmin「三民分局」 Cabang Songshan menerima laporan dari sebuah bank, bahwa diduga ada seorang wanita tua ditipu. Saat petugas kepolisian sampai di tempat kejadian mereka melihat bahwa wanita tua bermarga Yang「楊」memaksa untuk tetap mengirimkan 600,000NTD ke akun bank orang dia kenal di internet tersebut, lantaran dirinya tetap tidak percaya saat dijelaskan bahwa akun tersebut merupakan akun peringatan umum. Dan dirinya juga tidak bersedia untuk menjelaskan bagaimana dirinya berkenalan dengan penipu tersebut.
Saat kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai akun tersebut, polisi menemukan bahwa nama akun yang akan dituju dengan nama orang yang wanita tua itu kenali berbeda. Akhirnya Yang「楊」 pun percaya, dan menceritakan bahwa dirinya dan sang penipu berkenalan sekitar sebulanan yang lalu, dan keduanya menggunakan aplikasi Line untuk saling menanyakan kabar satu sama lain setiap harinya.
Pihak kepolisian mengatakan kepada Yang「楊」 bahwa sekarang sedang marak-maraknya penipuan terhadap para pekerja migran asal Asia Tenggara(Indonesia, Vietnam, Filipina dll), dengan kedok penipuan berasal dari negara yang sama, sama-sama pekerja migran dll.
Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, bahwa jangan mudah percaya dengan penipuan yang berkedok pengiriman uang atau peminjaman uang, jika menerima pesan sejenis, disarankan agar segera menghubungi pihak kepolisian.





