Fasilitas nelayan yang didirakan oleh Badan Perikanan Taiwan dan Asosiasi Perikanan Distrik Donggang. (Dok. Facebook/Stella Maris Kaohsiung)
**Indosuara** - Nelayan Indonesia mengapresiasi fasilitas yang didirikan oleh Badan Perikanan Taiwan bekerja sama dengan Asosiasi Perikanan Distrik Donggang.
Mereka dianggap telah berupaya untuk menjaga kesehatan nelayan dengan menyediakan fasilitas untuk kebutuhan dasar para nelayan. Hal ini salah satunya dengan melengkapi sejumlah fasilitas yang dibutuhkan oleh para nelayan migran yang bekerja di pelabuhan-pelabuhan Taiwan.
Melalui rilis yang disampaikan oleh Stella Maris Kaohsiung, upaya tersebut baru-baru ini dibuktikan melalui peresmian fasilitas yang baru dibangun dilakukan di Pelabuhan Perikanan Yanpu, kemarin. Terdapat tiga fasilitas utama, yaitu: Musholla, tempat istirahat, dan kamar mandi.
“Kamar mandi ini lengkap dengan fasilitas air panasnya,” demikian tulis Stella Maris dalam keterangannya.
Selain Badan Perikanan Taiwan dan Asosiasi Perikanan Donggang, peresmian sejumlah fasilitas ini dihadiri juga oleh perwakilan Pemerintah Pingtung, perwakilan Penjaga Pantai, pejabat pemerintah daerah Donggang, perusahaan konstruksi, Stella Maris Kaohsiung, dan sejumlah nelayan. Badan Perikanan Taiwan pun mengucapkan terima kasih kepada para nelayan asing atas kontribusi mereka dalam industri perikanan Taiwan.
“Dalam sambutannya, Badan Perikanan Taiwan juga berkomitmen untuk meningkatkan kondisi kehidupan para nelayan,” jelas Stella Maris.
Dalam sambutannya, Pastor Yance, mewakili Stella Maris mengucapkan terima kasih kepada Badan Perikanan Taiwan dan Asosiasi Perikanan Donggang atas komitmennya untuk meningkatkan taraf hidup para nelayan dengan menyediakan fasilitas untuk istirahat, sholat dan kamar mandi.
“Ini adalah tanda yang jelas bahwa mereka peduli dengan kesehatan para nelayan,” kata Pastor Yance.
Santoso, salah satu nelayan di Pelabuhan Perikanan Yanpu, dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan atas fasilitas yang baru dibangun di pelabuhan tersebut. Ia menceritakan pengalamannya kesulitan mendapatkan air bersih sebelumnya. Ia pun berharap dengan fasilitas baru ini, mampu memudahkan kehidupan nelayan asing di Taiwan.
“Saya mengapresiasi upaya pemerintah dan Asosiasi Perikanan untuk memperhatikan kebutuhan dasar kami,” demikian kata Santoso.





