Ilustrasi pengiriman uang. (Dok. Pixabay)
**Indosuara** - Musim libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru ini tentu transaksi pengiriman uang dari Taiwan ke Indonesia semakin sering atau semakin besar. Apalagi, bagi pekerja migran Indonesia di Taiwan yang memiliki anak yang masih sekolah di Indonesia. Soalnya, belum lama ini anak sekolah juga baru saja menyelesaikan masa belajarnya di semester pertama.
Namun perlu diingat, untuk pengiriman uang hasil jerih payah bekerja di Taiwan harus melalui jalur resmi. Layanan aduan 1955 melalui unggahannya di aplikasi LINE mengingatkan mengirim uang lewat jalur resmi tentu lebih terjamin dan menjauhkan diri dari potensi terkena penipuan.
"Ingat untuk menggunakan saluran pengiriman uang resmi yang telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah ketika mengirimkan uang hasil jerih payah ke rumah agar anda bisa tenang," demikian kata 1955.
Selain itu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih perusahaan pengiriman uang. Yang pertama adalah nilai tukar/kurs. Coba melihat kurs di berbagai tempat untuk mencari nilai tukar terbaik untuk uang hasil kerja keras teman-teman. Selain itu, biaya pengiriman juga biasanya bersaing. Coba periksa untuk tempat yang memilki biaya pengiriman yang paling rendah untuk sekali kirim, dan kalau memungkinkan kirimlah uang sebulan sekali saja untuk meminimalisir biaya pengiriman.
Faktor aksesibilitas juga harus diperhatikan. Siapa tahu saat mengirim perlu menghitung perbedaan ongkos dengan memperhitungkan juga biaya transportasi dan lain-lain. Sama halnya biaya yang ditanggung keluarga Anda saat penerimaan.
Hal lain adalah soal keamanan. Pastikan mengirim uang melalui saluran yang resmi dan aman agar tidak hilang saat pengiriman. "Hanya kirim uang melalui perusahaan yang terpercaya," demikian kata 1955.
Selain itu, selalu minta ‘bukti tertulis resmi’ (‘printed official receipt’) di tempat setelah menyerahkan uang yang akan dikirim. Jika Anda menggunakan alat pemngiriman atau pengiriman online, simpan rekaman atau gambaran layar bukti transaksi di telepon genggam atau laptop.
"Apabila terjadi perselisihan terkait valuta asing, dapat meminta bantuan ke pusat Ombudsman," ucap 1955.





