Foto: SBMI Indramayu berkunjung ke kediaman keluarga Komariyah di Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Minggu (8/8/2021). Foto istimewa/Juwarih sumber Tribunnews.com
Kronologi meninggalnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu, Komariyah (31) akhirnya terungkap. Baca berita sebelumnya di http://indosuara.com/is-news/berita-taiwan/pria-kaburan-di-nantou-tusuk-wanita-sesama-tki-hingga-meninggal-karena-diejek-seperti-anjing/
Komariyah, warga Desa/Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu sebelumnya dikabarkan meninggal dunia seusai dibunuh di tempatnya bekerja di kebun tomat di kawasan Nantou, Taiwan.
Komariyah dibunuh oleh rekan kerjanya sesama PMI asal Bengkulu bernama (inisial) PS di kebun tomat. Terungkapnya kronologi itu disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih.
Keterangan tersebut didapat SBMI berdasarkan keterangan resmi dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang berkoordinasi dengan KDEI Taipei.
Pada 4 Agutus 2021, KDEI Taipei menerima informasi dari Kepolisian Kota Nantou terkait seorang WNI a/n Komariyah yang meninggal dunia setelah mendapat tusukan benda tajam pada bagian dada, perut, wajah dan punggung.
Sebelum kejadian berdarah itu terjadi, antara Komariyah dan PS, sempat terjadi pertengkaran. Pelaku pun diketahui langsung melarikan diri seusai melakukan penusukan terhadap korban.
Komariyah yang saat itu dalam kondisi kritis baru diketahui setelah sang majikan datang ke kebun tomat. Dengan keadaan bersimbah darah, ia langsung dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, dalam perjalanan nyawanya sudah tidak bisa tertolong. Lalu pada 5 Agustus 2021, Supriyanto menyerahkan diri ke polisi.
KDEI Taipei sudah menghubungi pihak keluarga di Indonesia untuk mengabarkan berita duka meninggalnya Komariyah. Pihak KDEI Taiwan pun meminta dokumen-dokumen untuk keperluan proses pemulangan jenazah.
Saat ini jenazah masih ditangani pihak Kepolisian dan Kejaksaan setempat untuk keperluan investigasi.
Sehari sebelum dibunuh keluarga membantah Komariyah (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu dibunuh oleh mantan pacarnya.
Hal tersebut terungkap setelah SBMI mengunjungi langsung kediaman keluarga korban di Desa/Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (8/8/2021).
Ketua SBMI Indramayu, Juwarih mengatakan, antara Komariyah dan pelaku sekaligus PMI asal Bengkulu, PS ini murni adalah rekan kerja.
Di Taiwan sendiri, Komariyah diketahui sudah bekerja selama 4 tahun sejak tahun 2017. Di sana ada 8 karyawan yang bekerja, termasuk Komariyah dan PS.
“Apa yang dikabarkan di medsos tidak benar, pelaku bukan mantan pacar korban, dia rekan kerja,” ujar Juwarih.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Komariyah sempat menelpon orang tuanya sehari sebelum kejadian.
Komariyah bercerita soal kondisinya di sana, Komariyah mengaku diminta sang majikan untuk mengajari pelaku agar bisa berbahasa Mandarin. Hal ini dikarenakan walau sudah 2 bulan bekerja di kebun tomat, pelaku PS tidak kunjung bisa menggunakan bahasa Mandarin.
Atas permintaan sang majikan, korban lalu menceramahi pelaku hingga berujung pada terjadinya tragedi penusukan tersebut.

Kabar resmi meninggalnya Komariyah diketahui disampaikan pemerintah kepada mantan suami korban. Sementara keluarga Komariyah hanya mendapat informasi dari kabar yang beredar.
Ketika berangkat ke Taiwan Komariyah menggunakan alamat suaminya di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan. Saat itu mereka belum bercerai. Komariyah dan suaminya sudah bercerai secara virtual, surat resmi perceraiannya pun di terima keluarga Komariyah pada 3 bulan lalu.
Harapan dari pihak keluarga Komariyah, ingin agar jenazah Komariyah bisa dibawa pulang dan dimakamkan di tanah air. (0l)




