Foto: enews
Indosuara - Seorang agen real estate senior baru-baru ini berbagi kisah nyata yang mengerikan di media sosial. Salah satu rekan perempuannya yang bertugas membersihkan rumah melakukan tur ke rumah berhantu tanpa menyadarinya, dan bahkan melepaskan ikatan tali yang tergantung di rumah tersebut dengan tangan kosong. Sayangnya rekan wanitanya meninggal dunia tidak lama kemudian, dan kejadian ini masih tak terlupakan baginya.
Mengutip enews, agen real estate senior memposting di grup Facebook "Supernatural Commune" bahwa dia awalnya adalah orang yang non-spiritual, tetapi sebuah pengalaman bertahun-tahun yang lalu benar-benar mengubah pandangannya.
Pada saat itu, seorang rekan wanita di perusahaan yang sama tanpa mereka ketahui ditugaskan untuk menunjukkan sebuah rumah yang terlihat baik-baik saja. Namun nyatanya rumah tersebut adalah rumah berhantu.
Pemilik sebelumnya bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali Pramuka di pojok tangga. Setelah kejadian tersebut, rumah tersebut terlantar dan anak-anak almarhum pun memutuskan untuk menjual rumah tersebut untuk mendapatkan uang tunai.
Namun, pemilik rumah tidak memberi tahu kepada perempuan yang bertugas untuk membersihkan rumah tentang kondisi rumah tersebut. Oleh karena itu, setelah masuk ke dalam rumah, ia melepaskan ikatan kecilnya. Tali yang digantung di rumah tersebut dengan tangan kosong. Ternyata tali itu adalah tali yang digunakan almarhum untuk bunuh diri.
Tanpa diduga, "sebuah fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh sains terjadi." Setelah rekan peresuahan tersebut kembali ke perusahaan malam itu, perilakunya mulai menjadi tidak normal.
Dia duduk di kursinya dengan kepala menunduk, saat tiba waktunya untuk rapat, rekan perempuan itu tetap tidak bergerak. Ketika seorang supervisor berjalan mendekat dan menepuk punggung rekan perempuan itu untuk memberi isyarat agar dia bersiap-siap untuk rapat, dia tiba-tiba berdir, tangannya melambai secara acak di udara, dan suara yang keluar dari mulutnya sama sekali bukan suara seorang gadis, dan orang-orang tidak mengerti apa yang dia katakan.
Semua orang yang hadir ketakutan dan panik.Empat rekan laki-laki menghampiri untuk mencoba mengajak rekan perempuan itu duduk turun dan istirahat.
Rekan perempuan tersebut kemudian memilih keluar dari pekerjaannya setelah kejadian tersebut. Namun, yang lebih meresahkan adalah rekan-rekan lain menghubungi keluarganya dan mengetahui bahwa dia meninggal dalam waktu 3 bulan setelah kejadian dalam usia 24 tahun.





