Indosuara -- Badan Imigrasi Taiwan terus mengingatkan bahwa pihaknya masih membuka program pemulangan bagi para imigran ilegal hingga akhir Juni 2023. Untuk itu kepada para imigran yang sudah tidak punya dokumen resmi di Taiwan untuk segera menyerahkan diri untuk diproses kepulangannya tanpa ada hukuman kurungan.
Dilansir dari Badan Imigrasi Taiwan, program ini dilakukan dari tanggal 1 Februari hingga 30 Juni 2023. Dalam program ini, departemen Imigrasi memperluas proyek menyerahkan diri secara mandiri bagi imigran illegal jika mereka menyerahkan diri dalam waktu yang disebutkan maka akan dibebaskan dari penahanan, pembayaran minimum denda 2.000NTD, dan tidak ada kontrol atas periode larangan masuk ke Taiwan.
Imigrasi menyatakan bahwa karena pandemi ditahun 2019 banyak penerbangan internasional ditangguhkan atau dikurangi dalam jumlah besar, mengakibatkan populasi imigran terus meningkat. Namun saat ini penerbangan internasional telah kembali beroperasi. Untuk membantu imigran illegal untuk pulang, Departemen Imigrasi mempromosikan program menyerahkan diri mulai 1 Februari tahun ini.
Imigrasi menekankan bahwa revisi beberapa ketentuan undang-undang masuk-keluar telah dikirim ke Legislatif Yuan untuk ditinjau; di antaranya, denda akan ditingkatkan dari 2.000 NTD - 10.000 NTD menjadi 30.000 NTD - 150.000 NTD, dan periode kontrol datang ke Taiwan telah diubah dari maksimal 3 tahun menjadi maksimal 10 tahun. Imigrasi mengimbau para imigran illegal segera melapor sebelum peraturan baru diberlakukan.
Selain itu, Departemen Imigrasi telah menyiapkan hotline konsultasi gratis 0800-024-881 untuk proyek ini, yang menyediakan layanan multibahasa.





