Foto: Badan Imigrasi Taiwan
Indosuara -- Lomba Fotografi Pekerja Migran ke-5 yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba One-Forty telah dimulai pada tanggal 27 Maret. Tahun ini, mengundang pekerja migran dari Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand untuk mengirimkan karya mereka dalam kompetisi. Dikutip dari laman Badan Imigrasi Taiwan, karya terakhir yang dipilih akan dipamerkan dalam tur di seluruh Taiwan.
One-Forty, organisasi nirlaba yang berdedikasi dalam pendidikan pekerja imigran, telah mengadakan kompetisi fotografi pekerja imigran yang telah memasuki tahun kelima. Empat kompetisi sebelumnya telah mengumpulkan lebih dari 2.500 karya.
Tema kompetisi foto tahun ini berfokus pada "perjalanan pahlawan" para pekerja migran. Karena bagi keluarga, pekerja migran adalah pahlawan yang menopang perekonomian keluarga. Bagi negara, pekerja migran adalah pahlawan yang menyumbang devisa. Bagi Taiwan, para pekerja migran adalah pahlawan yang mendukung tenaga kerja Taiwan dan menghadapi kebutuhan perawatan lanjut usia.
Tahun lalu, lomba fotografi ini dimenangkan oleh Windi, seorang perawat dari Indonesia. Ia mengatakan bahwa mengikuti kompetisi fotografi tidak hanya untuk memenangkan hadiah, tetapi juga untuk memberi kekuatan pada tangisan senyap dan memberikan gambaran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kompetisi Fotografi Pekerja Migran tahun ini ditutup pada tanggal 30 Mei. Pekerja migran dari Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand yang saat ini tinggal di Taiwan berhak untuk mengirimkan karya mereka. Pemenang akan diumumkan di halaman penggemar Facebook One-Forty pada tanggal 5 Juli.
Kevin, pendiri One-Forty, mengungkapkan harapannya melalui acara ini, lebih banyak orang dapat melihat cerita dan kontribusi para pekerja migran, serta lebih memahami dan menghormati mereka. Pada saat yang sama, dia juga berharap dapat mengajak masyarakat Taiwan untuk mengajak para pekerja migran di sekitar untuk berpartisipasi bersama, menjadi langkah awal dalam menjalin hubungan yang baik.





