Foto diambil dari : Focus Taiwan
Lebih dari 300 orang masih terjebak di sebuah hotel di Kabupaten Yilan yang kehabisan listrik setelah tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras dari pinggiran Badai Tropis Nesat dan angin timur laut musiman memblokir jalan raya di dekatnya pada hari Minggu.
Resor Mingchi, yang terletak di ujung tenggara jalan raya lintas pulau utara (Jalan Raya Provinsi No. 7) di Daerah Datong, menampung 266 tamu dan 37 karyawan, termasuk seorang wanita penderita kanker payudara yang sangat membutuhkan obat-obatan.
Karena pemadaman listrik di daerah tersebut, hotel harus bergantung pada generator untuk menghasilkan listrik, tetapi bahan bakar yang digunakan oleh generator hampir habis, operator hotel Yun Wen-chang (雲文璋) mengatakan kepada CNA melalui telepon Senin.
Hingga Senin sore, hotel masih bisa menyediakan makanan, air, dan akomodasi, tetapi listrik adalah masalah terbesar, kata Yun, karena jika tidak ada listrik, restoran hotel tidak dapat menyediakan makanan untuk para tamu.
Helikopter Korps Lintas Udara Nasional dijadwalkan untuk mengirimkan pasokan pada pukul 3 sore tapi dibatalkan karena faktor cuaca, menurut pihak hotel.
Pekerjaan perbaikan di bagian jalan raya yang menghubungkan ke hotel sedang berlangsung, dan diperkirakan akan dibuka kembali Selasa, menurut Pusat Operasi Darurat Kabupaten Yilan.
Sebelumnya Senin, 297 pengendara dan penumpang terjebak dalam 96 kendaraan di Jalan Raya Provinsi No 7 karena tanah longsor.
Pusat Operasi Darurat Pusat pemerintah telah menerima 509 laporan kerusakan jalan dan fasilitas hingga pukul 15.00 Senin, diantaranya 244 di Taipei dan 145 di New Taipei.
Lalu lintas di bagian jalan raya provinsi di Taoyuan, dan dua bagian dari Jalan Raya Provinsi No. 7 dan satu di Jalan Raya Provinsi No. 8 di Kabupaten Hualien ditutup karena tanah longsor, kata Direktorat Jenderal Bina Marga.
Sementara itu, banjir di 183 daerah telah surut, sementara 122 dari 6.158 rumah tangga di sekitar Taiwan yang terputus aliran listriknya masih tanpa listrik hingga Senin malam, menurut Kementerian Urusan Ekonomi.
Perkiraan awal oleh Dewan Pertanian menyebutkan kerugian pertanian sebesar NT$2,55 juta (US$79.692) di sekitar pulau, dengan NT$2,35 juta terjadi di Kabupaten Yilan.





