Foto: Polisi perketat pengamanan MRT terkait ancaman bom (Dok. Taiwan News)
Polisi memperketat pengamanan di hari pertama Festival Tomb Sweeping Sabtu (1/4) setelah mendapat sejumlah ancaman bom. Terkini, ancaman bom anonim terjadi di Stasiun Taipei di jalur Mass Rapid Transit (MRT) Bandara.
Dikutip dari Taiwan News, Polisi mengatakan ada pesan online yang dikeluarkan melalui IP luar negeri yang mengancam ledakan bom di situs tersebut. Namun ini bukan yang pertama, karena sebelumnya pernah juga ada ancaman serupa. Yang mana, dalam kasus sebelumnya, seorang warga negara China yang pulang setelah belajar di Taiwan adalah tersangka utama, menurut laporan UDN.
Pesan tersebut mengatakan bahwa empat bom yang dikendalikan dari jarak jauh telah ditempatkan di sekitar stasiun, dengan satu di toilet pria akan meledak pada pukul 11:30 Sabtu, dengan insiden tersebut akan disiarkan langsung secara online. Polisi mengirim patroli untuk memeriksa kemungkinan lokasi tetapi tidak menemukan paket mencurigakan atau bukti bahan peledak lainnya.
Pemeriksaan peron kereta, loket tiket, toko, toilet, dan tempat sampah di Stasiun Taipei dan di stasiun MRT Bandara lainnya diintensifkan menyusul ancaman tersebut.
Hari pertama Liburan Tombstone Sweeping melihat kerumunan besar menggunakan transportasi umum, dengan Bandara Internasional Taoyuan mengharapkan rekor 100.000 penumpang pasca-COVID pada hari Sabtu.





