Foto: TVBS
Indosuara — Korban berkenalan lewat Facebook, menyadari bahwa ia jatuh ke dalam perangkap kelompok penipuan, dan bekerja sama dengan polisi untuk menangkap pelaku. Pelaku adalah seorang kurir perempuan berusia 51 tahun asal Filipina yang merupakan pekerja migran ilegal yang melarikan diri. Dia juga membawa seorang wanita berusia 78 tahun sebagai rekannya, yang mengaku membantu teman menerjemahkan. Ternyata, kelompok penipuan tersebut bahkan memiliki penerjemah.
Dilansir oleh TVBS, korban bertemu langsung dengan kurir, uang tunai berlimpah dikeluarkan, dan polisi yang bersembunyi segera muncul. Wanita bermarga Chen (陳) yang mengenakan kemeja putih dan topi baseball itu menangis ketakutan saat melihat polisi.
Wanita bermarga Chen (陳) yang berusia 78 tahun mengaku datang untuk membantu temannya menerjemahkan. Temannya adalah wanita di sebelahnya yang memakai jaket berwarna oranye dan biru, serta mengikat rambutnya, seorang pekerja migran ilegal asal Filipina berusia 51 tahun, yang merupakan kurir kelompok penipuan.
Pria yang menjadi korban terjebak melalui perkenalan di Facebook dan selama proses tersebut, ia mengungkapkan bahwa ia memiliki deposito tetap sebesar 1 juta NT. Kelompok penipuan itu kemudian mengincar uang 1 juta tersebut, membuat korban sadar bahwa ini adalah penipuan. Korban pun bekerja sama dengan polisi untuk menangkap pelaku. Tak disangka, meskipun kurir tersebut tidak bisa berbahasa Mandarin, masih ada penerjemah untuk mengatasi kendala bahasa.
Kepala Pos Polisi Nantou, Chen Chunhong (陳俊宏), menyatakan, "Seorang wanita Taiwan berusia 78 tahun dengan nama belakang Chen mengklaim bahwa dia bertindak sebagai penerjemah dalam pertemuan langsung dengan wanita Filipina tersebut." Penjelasan ini membuat polisi terkejut bahwa kurir pun dapat menggunakan jasa penerjemah.
Seorang wanita berusia 78 tahun dengan nama belakang Chen adalah seorang warga negara Tionghoa (華僑), fasih dalam bahasa Mandarin dan Inggris. Dia mengklaim bahwa setiap kali bertindak sebagai penerjemah untuk temannya, dia menerima imbalan dari beberapa ratus hingga beberapa ribu NT.
Polisi Nantou menetapkannya sebagai tersangka bersama dalam penyelidikan ini, menjadikannya tersangka tertua yang pernah ditangkap dalam kasus kurir oleh polisi Nantou sebelumnya. Sebelumnya, polisi telah mengungkap kasus penipuan yang melibatkan kurir dengan mesin ATM portabel, sedangkan kali ini, kurir membawa seorang penerjemah. Konfigurasi kelompok penipuan ini membuat polisi merasa sangat mengejutkan.





