Foto: News.PTS
Indosuara - Sektor perhotelan di Taiwan kini mengalami krisis pekerja, setelah pasca pandemi. Untuk mengisi kekurangan itu, dikabarkan Taiwan berencana mengizinkan industri perhotelan untuk mempekerjakan PMA, namun harus mendiskusikan mekanisme terkait dengan MOTC.
Mengutip PTS, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) setelah berdiskusi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) untuk perekrutan tersebut.
Pihaknya mengatakan bahwa Ditjen Pariwisata telah mengajukan beberapa terkait hal tersebut, mulai dari pembukaan quota perekrutan, batas waktu kerja, dengan konteks tidak memengaruhi lapangan kerja lokal, yang akan dibahas secara intensif dalam waktu dekat.
Pelaku usaha mengaku bahwa terutama pembukaan perekrutan PMA dapat mengatasi masalah kesenjangan pekerja.Chang Chuan-han, Ketua Asosiasi Bisnis Perhotelan Kabupaten Hualien menguatkan saat ini pihaknya kekurangan 1.200 pekerja.Lebih dari 70 persen untuk pekerjaan tata graha yang merupakan jenis pekerjaan padat karya.
Menanggapi kemungkinan dibukanya perekrutan PMA untuk sektor perhotelan, sebagian besar serikat pekerja menunjukkan sikap protes. Mereka berasumsi bahwa masalah kekurangan pekerja terletak pada upah rendah dan kurangnya profesional dalam mengatasi masalah.





