Foto: TVBS
Indosuara — Biro Sosial Kota Taipei melaporkan lagi bahwa ada 2 kasus dugaan kekerasan terhadap anak. Satu anak meninggal dunia dan satu lagi terluka, keduanya adalah anak dari pekerja migran. Setelah dibawa ke rumah sakit, diduga terinfeksi virus Norovirus, dan salah satunya mengalami luka di tubuhnya. Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan mengatakan, penyebab kematian masih harus diselidiki lebih jelas.
Seperti yang dikutip dari TVBS, baru-baru ini, kasus kekerasan terhadap anak oleh pengasuh menggemparkan masyarakat. Kini, Biro Sosial Kota Taipei telah melaporkan dua kasus dugaan kekerasan anak yang serius lagi, menyebabkan satu anak meninggal dunia dan satu lagi luka-luka. Saat ini salah satunya masih dirawat di rumah sakit.
Meskipun kedua anak tersebut, satu laki-laki dan satu perempuan, tidak memiliki luka fisik, namun kontroversi kekerasan anak belum berakhir, dan pihak terkait tidak berani menganggap enteng. Baru-baru ini, Biro Sosial Kota Taipei menerima laporan bahwa seorang bayi laki-laki lahir dari pekerja migran di Distrik Wenshan (文山區), Kota Taipei, dikirim ke rumah sakit karena tidak enak badan dan akhirnya dinyatakan meninggal. Diduga penyebab kematian adalah infeksi virus Norovirus.
Di tempat lain, yaitu di Taoyuan, seorang bayi perempuan yang lahir dari pekerja migran ditemukan dalam kondisi buruk dan dibawa ke rumah sakit di wilayah utara, juga diduga terinveksi virus Norovirus, tetapi tubuhnya memiliki luka. Biro Sosial segera melaporkannya sesuai prosedur.

Foto: TVBS
Zhang Xiuyuan (張秀鴛), Director of the Protection Department of the Ministry of Health and Welfare (衛福部保護司) mengatakan, “Karena kasus ini sudah menjadi dugaan serius kekerasan terhadap anak, jika terbukti, mereka akan mengadakan pertemuan di tingkat pemerintah setempat, yaitu tingkat kota Taipei, untuk melakukan tinjauan serius terkait hal tersebut.”
Untuk kasus seperti ini, anak-anak di bawah tiga tahun seperti ini paling sering dilaporkan oleh dokter anak. Dalam kedua kasus tersebut, dokter menemukannya dan melaporkannya ke biro sosial. Namun, bagaimana cara menilai apakah itu kekerasan anak? Mereka akan mengevaluasi apakah anak tersebut telah diterima di unit gawat darurat lebih dari tiga kali dalam setahun, adanya riwayat kesehatan tidak sesuai dengan pemeriksaan, cedera yang tidak segera mendapatkan perawatan medis, serta jatuh dari ketinggian. Jika memenuhi 1 hingga 2 kriteria tersebut, maka ada kemungkinan kekerasan anak.

Foto: TVBS
Li Enpei (李恩沛), Director of Pediatric Intensive Care Unit of Chang Gung Memorial Hospital (長庚醫院兒童重症加護病房) mengatakan, “Karena anak di bawah usia satu tahun umumnya tidak begitu aktif, maka cedera seperti patah tulang atau cedera kepala juga harus diperhatikan dengan serius."
Bukan hanya dokter, tetapi juga pekerja sosial, pendidik, pengasuh, polisi, dan lainnya, jika menemukan tindakan tidak tepat terhadap anak, mereka harus melaporkannya kepada otoritas setempat dalam waktu 24 jam. Otoritas setempat harus melakukan klasifikasi dan penyelidikan dalam waktu 24 jam setelah pemberitahuan diterima, serta menyampaikan laporan investigasi.





