Foto: Badan Imigrasi Taiwan
Indosuara -- Menanggapi Hari Anti-Penipuan Nasional pada tanggal 5 Mei lalu, Pemerintah Kota Keelung membentuk "Tim Anti-Penipuan Keelung". Mengutip Badan Imigrasi Taiwan, terdapat empat imigran baru dari Vietnam, Indonesia, Kamboja, dan Myanmar diundang untuk melakukan promosi anti penipuan dengan bilingual. Pemerintah Kota Keelung juga akan bekerja sama dengan masyarakat setempat dan lembaga keuangan melalui berbagai kementerian untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penipuan.
Pemerintah Kota Keelung menyatakan bahwa "Tim Anti-Penipuan Keelung" akan terdiri dari berbagai biro pemerintah kota dan komunitas lokal serta lembaga keuangan untuk memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengidentifikasi penipuan dan menyebarkan konsep pencegahan penipuan ke setiap sudut kota. Kepolisian Kota Keelung juga telah meluncurkan sistem tanda tangan patroli elektronik, saat ini total 1.160 kotak patroli telah dipasang di kota, dan tanda tangan kertas asli telah diganti dengan sensor chip elektronik (NFC Tag) untuk meningkatkan efisiensi.
Kepolisian Kota Keelung menyatakan bahwa sistem tanda tangan patroli elektronik dapat memantau posisi dan status polisi secara real-time melalui GPS positioning, sehingga jika polisi mengejar tersangka, mereka juga dapat mengetahui situasi secara real time dan mengambil tindakan yang sesuai. Selain itu, karena seringnya hujan di Keelung, menggunakan tanda tangan patroli kertas kertas juga mudah basah, oleh karena itu diubah menjadi elektronik.





