Foto: Taiwan News
Indosuara — Kebakaran pabrik bola golf di Pingtung Technology Industrial Park menewaskan sedikitnya sembilan orang, dan melukai 98 orang, serta satu orang hilang, hingga Minggu (24/9).
Dikutip dari Taiwan News, ketika petugas pemadam kebakaran akhirnya dapat mencari orang hilang di pabrik pada hari Minggu, satu mayat ditemukan pada pukul 6:16 pagi dan satu mayat lagi ditemukan pada pukul 7:35 pagi, sehingga jumlah total kematian menjadi sembilan. Empat petugas pemadam kebakaran termasuk di antara korban tewas, karena api menyebabkan ledakan setelah mereka memasuki gedung, menurut UDN.
Api mulai menyala pada Jumat (22 September) malam, dan baru bisa dipadamkan 22 jam kemudian. Karena banyaknya bahan kimia yang digunakan di dalam pabrik, kebakaran tersebut kemudian diikuti dengan ledakan mendadak.
Hakim Kabupaten Pingtung Chou Chun-mi (周春米) mengatakan petugas pemadam kebakaran tidak menyemprotkan air ke api, seperti yang dilaporkan sebelumnya, dan malah menggunakan bahan penghambat api kering, dan mereka tidak bertanggung jawab atas ledakan susulan setelah tiba di fasilitas tersebut. Kematian empat petugas pemadam kebakaran mendapat curahan belasungkawa dan seruan untuk pertanggungjawaban.
Dekan Fakultas Pembangunan Global Universitas Tamkang, Bao Zheng-hao (包正豪) mengatakan petugas pemadam kebakaran adalah korban karena mereka sering berada di garis depan. Dia menunjukkan situasi berbahaya yang mereka hadapi, dan bahwa atasan mereka mungkin tidak memahami dengan baik kondisi di dalam pabrik.
Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Pintung Hsu Mei-hsueh (許美雪) dikritik karena awalnya salah menyebutkan penyebab ledakan. Pemerintah Kabupaten Pingtung mengatakan pihaknya sibuk memberikan bantuan bencana dan nantinya akan mengatasi potensi kesalahan dalam responsnya.





