Foto diambil dari CNA.
Video di sebuah kios pasar di Keelung beredar, di mana ada tikus menggerogoti daging mentah tanpa pengawasan dan dijual kepada pelanggan.
Menurut orang-orang yang menyaksikan video tersebut di Guang First Road di samping pasar Hua Third Street di Distrik Ren'ai Keelung, daging babi dikirim ke sebuah kios pasar ketika tidak ada orang yang menerimanya. Daging yang diletakkan di atas meja kayu, dan beberapa tikus menggerogotinya selama berjam-jam sebelum seseorang datang untuk menyiapkannya untuk dijual kepada pelanggan.
Menanggapi keluhan tersebut, penjual daging babi bermarga Lo (罗), mengatakan kepada CNA bahwa tikus adalah masalah bagi pasar dan dia membersihkan kiosnya setiap hari, tetapi terjadi lagi.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta kepada para pengantar untuk menutupi daging jika mereka datang tetapi penjual belum datang. Ia juga membersihkan berbagai barang di sekitar kios dan mengoleskan minyak pada tiang-tiang baja yang menopang meja sehingga lebih menyulitkan bagi tikus untuk memanjat.
Pejabat Biro Kesehatan Keelung Wang Tsui-wen (王翠雯) mengatakan bahwa pedagang warung yang makanannya terkontaminasi tikus akan diminta untuk memperbaiki dalam jangka waktu yang ditentukan, sesuai dengan Undang-Undang yang Mengatur Keamanan dan Sanitasi Pangan. Jika situasinya tidak membaik, mereka dapat dihukum dengan denda antara NT$60.000 (US$2.069) hingga NT$200 juta.
Ahli gizi Rumah Sakit Keelung Yang Chih-kai (杨智凯) mengatakan bahwa memakan daging babi yang pertama kali dicicipi oleh tikus dapat membuat seseorang terkena salmonella, E. coli, dan hantavirus. Dia menyarankan daging babi dimasak sepenuhnya dan peralatan harus dijaga kebersihannya saat menyiapkannya.




