Foto: RTI
Indosuara — Penyerangan yang dilakukan oleh seorang PMI terhadap petugas kasir toko waralaba di Zhunan beberapa waktu lalu berimbas panjang. Setelah tersebar di media sosial, banyak pengguna medsos melempar sentimen negatif pada Pekerja Migran. Meski tidak bisa digeneralisasi, nyatanya ada anggapan negatif dari sebagian orang Taiwan pada pekerja migran. Hal yang tentunya mesti diperhatikan bersama agar tidak terjadi salah paham.
Dalam pemberitaan di Radio Taiwan Internasional, disebutkan ada beberapa komentar orang Taiwan terkait kejadian di Zhunan itu. Di antaranya komentar seorang perempuan yang mengaku pernah kuliah di Zhongli dan sering merasa tidak nyaman saat menghabiskan waktu di Stasiun Zhongli. Pasalnya, dia kerap mendapat siulan tak menyenangkan dari orang-orang yang berkumpul di stasiun tersebut, yang ia duga adalah pekerja migran asing. Dan semenjak itulah, ia merasa sedikit trauma dan tidak berani lagi berlama-lama di sekitar stasiun kereta, terutama saat mengenakan celana pendek.
Ada juga komentar yang menyatakan bahwa Taiwan tidak memiliki undang-undang yang ketat untuk mengatur ketertiban di lingkungan yang sering menjadi tempat berkumpulnya pekerja migran. Hal ini ia anggap sangat menakutkan, terutama sebagai seorang wanita, yang harus selalu waspada terhadap orang lain.





