Kepala TETO Jakarta Minta Indonesia Untuk Desak Tiongkok Hentikan Provokasi Militer di Sekitar Taiwan
Foto diambil dari CNA.
Pemerintah Taiwan menyerukan kepada Indonesia untuk mendesak Tiongkok agar menghentikan "Provokasi militer yang tidak rasional" dan "Semua tindakan yang merusak perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan serta membahayakan keamanan wilayah laut dan udara di kawasan," Perwakilan Taiwan di Indonesia menyampaikan pada Senin (21/10).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, John C. Chen (陳忠), melalui sebuah siaran pers hari Senin, sehubungan dengan latihan militer "Pedang Gabungan-2024B" yang diluncurkan Tiongkok di sekitar Taiwan pada 14 Oktober.
Chen menyampaikan pemerintah Taiwan "Mengecam keras Tiongkok karena mengabaikan niat baik" yang diutarakan Presiden Lai Ching-te (賴清德) dalam pidato perayaan Hari Nasional-nya pada 10 Oktober, dan "Dengan sengaja melancarkan latihan militer yang ditargetkan kepada Taiwan" empat hari setelahnya.
Melalui tindakan ini, menurut Chen, Tiongkok berupaya mengintimidasi rakyat Taiwan dan mengancam demokrasi negara tersebut, serta secara sepihak merusak status quo di Selat Taiwan dan perdamaian serta stabilitas kawasan.
Tindakan tersebut juga "Menunjukkan kesengajaan Tiongkok" untuk menantang tatanan internasional yang berbasis aturan dan "Mengabaikan kesepakatan tingkat tinggi komunitas internasional" untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta kawasan Indo-Pasifik, kata Chen.
Tiongkok juga sewenang-wenang melakukan provokasi militer sepihak yang mengancam demokrasi dan kebebasan Taiwan serta status quo perdamaian dan stabilitas kawasan melalui latihan militer tersebut, tambahnya.
Chen mengatakan, Indonesia dan Taiwan adalah negara yang sama-sama menghormati demokrasi, hukum, kebebasan, dan hak asasi manusia, dan saat ini ada sekitar 400.000 warga negara Indonesia yang tinggal, belajar, serta bekerja di Taiwan.
Seperti yang dilansir dari CNA, Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi keselamatan warga negara Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya di Taiwan yang berjumlah hingga satu juta, serta kepentingan perdagangan dan ekonomi negara-negara tersebut, kata Chen.
Chen mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus mengirimkan kapal dan pesawat mereka untuk mengganggu ruang udara dan laut di sekitar Taiwan, dan kini mereka kembali menggunakan tekanan militer untuk menanggapi pidato tahunan Presiden, yang "Sangat memengaruhi keamanan dan perdamaian kawasan."





