**Indosuara** - Layanan aduan 1955hotline meminta para pekerja migran yang bekerja di Taiwan untuk berhati-hati pada praktik penipuan. Jangan sampai gaji yang telah kita kumpulkan dari pekerjaan di Taiwan raib begitu saja ke orang yang tidak bertanggung jawab.
Apa saja sih biasanya modus para penipu di Taiwan?
Menjawab ini, layanan aduan 1955 menampilkan ragam contohnya lewat sebuah video yang menarik. Diunggah di laman facebook 1955hotline dan dikirim melalui LINE, salah satu praktik penipuan yang cukup sering terjadi adalah lewat ponsel.
Pada praktik ini, biasanya penipu menelepon korban dan membuat korban panik dengan meminta transfer sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan dengan suara yang terburu-buru. Si pelaku mengincar psikologis korban agar merasa tertekan.
Selain itu, penipuan juga sering dilakukan dengan menampilkan gambar perempuan seksi. Dalam video tersebut, 1955 mencontohkan hal itu biasa terjadi setelah membeli poin game.
Biasanya akan ada pesan masuk melalui LINE dan mengiming-imingi korban sebuah kencan. Si penipu tentunya meminta sejumlah uang untuk ditransfer.
Ada juga praktik penipuan daring lain yang mungkin terjadi. Penipu akan meminta korban menggunakan ATM, melakukan perubahan pengaturan pembayaran cicilan, dengan iming-iming uang si korban tidak akan terpotong selama 12 periode berturut-turut.
Ini tentu menggiurkan, karena seolah-olah korban bisa lepas dari kewajiban membayar cicilan. Padahal, uang akan tetap terpotong dan jatuh ke tangan penipu, sementara tagihan cicilan yang asli tetap berjalan.
Hubungi 165
Untuk membereskan masalah seperti ini, layanan aduan baru diluncurkan. Nomornya adalah 165. Dalam edaran 1955hotline, pihaknya mengimbau jika menghadapi kasus dugaan penipuan, maka dapat menghubungi Saluran Khusus Anti Penipuan 165 untuk berkonsultasi dalam melindungi hak dan kepentingan pekerja migran di Taiwan.
Selain itu, pekerja migran juga bisa tetap menghubungi layanan aduan 1955 ketika menghadapi masalah di Taiwan termasuk masalah penipuan.
Layanan ini pun mengimbau kepada para pekerja migran agar senantiasa saling menjaga dan mengingatkan akan bahaya penipuan. Karena siapa pun bisa jadi korban.





