**Indosuara** - Buat teman-teman pekerja yang ada di Taiwan, kelelahan kerja merupakan salah satu ancaman yang bisa menimpa kita. Belum lama ini, layanan aduan 1955 merilis sejumlah tanda-tanda yang patut diindikasi sebagai kelelahan kerja. Kalau sudah begini, tandanya teman-teman memerlukan istirahat.
"Bagi yang sering lembur, kerja bergilir, kerja malam, waktu kerja yang panjang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh anda," demikian 1955 mengingatkan.
Adapun beberapa gejala yang mungkin dirasakan adalah lebih mudah lelah, mudah merasa tidak enak badan, dan sering masuk angin. Selain itu, gejala lain adalah daya ingat yang menurun, daya konsentrasi yang tak seprima biasanya, dan tekanan berat. Ada juga gejala lain seperti sering cemas, insomnia, dan produktivitas kerja menurun.
"Ketika terdapat gejala berikut ini pada diri anda, maka kemungkinan adalah kelelahan kerja," kata 1955.
Lalu apa yang harus dilakukan? Menurut layanan aduan 1955, jika kita memiliki gejala kelelahan kerja, maka kita dapat melakukan penyesuaian gaya hidup. Di antaranya dengan memakan makanan yang sehat dan tidur yang cukup.
"Selain itu perlu juga berolahraga. Dengan demikian dapat membantu melawati tekanan dengan mudah," tulis 1955.
Secara lebih detail, melansir sejumlah jurnal, untuk mengatasi kelelahan kerja kita harus memahami dulu penyebab kelelahan tersebut, bisa dari fisik, psikologis atau kombinasi keduanya. Beberapa gejala kelelahan biasa diatasi segera setelah kondisi yang mendasarinya diobati.
Namun secara umum, untuk mengurangi gejala kelelahan kita bisa mengatur pola makan yang kita konsumsi untuk menentukan vitalitas kita. Untuk meningkatkan energi, kita bisa mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu hendaknya menghindari makanan cepat saji atau junk food, menghindari makanan yang tinggi gula. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur, makan dalam porsi yang kecil dan lebih sering, atau membatasi konsumsi alkohol dan kafein, serta menghindari konsumsi kafein di sore atau malam hari.
Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga yang cukup serta teratur juga perlu dilakukan. Langkah ini dapat meningkatkan energi serta memperbaiki pola tidur kita. Usahakan untuk berolahraga di pagi hari, dan hindari berolahraga berat di malam hari sebelum tidur. Jika tidak terbiasa berolahraga, mulailah dengan olahraga yang ringan sampai tubuh beradaptasi.
Selain itu perlu susun jadwal tidur yang teratur, yaitu dengan tidur dan bangun di sekitar jam yang sama setiap hari. Pastikan kamar tidur cukup gelap dan tenang dengan suhu kamar nyaman. Hindari menonton televisi, menggunakan gawai sebelum tidur. Pasalnya, cahaya dari layar justru akan merangsang aktivitas otak.





